Kadinkes : Rapid Test Lebih Rp 150 Ribu, Lapor ke Kami

Ilustrasi

Banjarmasin, kalselpos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menegaskan bahwa harga maksimal atau tertinggi dari pemeriksaan kadar imun (antibodi) tubuh atau rapid test hanya berkisar Rp 150 ribu.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, bahwa hal tersebut sudah jelas tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan beberapa bulan yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Tarif rapid test Covid-19 tidak boleh lebih dari Rp 150 ribu,” tegas mantan Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum ini.

Oleh karena itu, Pria dengan sapaan Machli itu meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi kebijakan tersebut.

Sehingga, jika masyarakat yang menemukan adanya faskes yang mematok harga di atas ketentuan agar segera melaporkannya ke Dinas Kesehatan.

“Kami tak segan untuk bertindak tegas jika ada faskes yang memasang tarif rapid test di atas Rp150 ribu,” tukasnya.

Ia mengaku tidak akan segan menindak fasilitas kesehatan (faskes) baik berbentuk klinik maupun rumah sakit yang mematok harga di atas harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Tindakan tegas berupa teguran hingga memutus izin beroperasi,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri