Cegah penularan Rabies, Ribuan hewan peliharaan di Kapuas akan Divaksin

Sekretaris Distan Kabupaten Kapuas Ir. Riduanto dan Drh. Anik Ariswandani saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Ist)

 Kuala Kapuas, kalselpos.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan melakukan vaksin rabies terhadap ribuan hewan peliharan masyarakat.

“Dinas Pertanian akan memberikan vaksin kepada hewan dengan rencana 2500 ekor akan di vaksin, guna mencegah penularan rabies. Walaupun tahun ini tidak ada kasus virus rabies di Kabupaten Kapuas,” ungkap Sekretaris Distan Kapuas, Ir. Riduanto didampingi drh. Anik Ariswandani di ruang kerjanya, Jum’at (9/10) pagi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut ujarnya, akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Basarang, Kecamatan Kapuas Hilir dan Kecamatan Selat.

Disebutkannya, untuk jumlah vaksin yang sudah diberikan di Kecamatan Kapuas Hilir sekitar 500 ekor lebih, Kecamatan Basarang sekitar 400 ekor, dan Kecamatan Selat sekitar 400 ekor.

“Harapan saya bagi yang memiliki hewan peliharaan untuk divaksin dan kalau ada petugas yang datang untuk memberikan vaksin, agar dapat diterima dengan baik karena memberikan vaksin ini untuk kebaikan hewan peliharaan dan pemilik hewan,” pinta Riduanto.

Kemudian drh. Anik Ariswandani menjelaskan
virus rabies terbagi menjadi dua, yaitu rabies ganas dan rabies tenang.
Manusia dan hewan jika terkena virus rabies memiliki gejala yang sama.

Adapun ciri-ciri rabies ganas adalah munculnya tanda hiperaktivitas, perilaku gembira, takut air (hidrofobia) dan kadang takut terbang (aerofobia).
Setelah beberapa hari, jantung berhenti berdetak dan terjadi kematian.

Sedangkan rabies tenang tidak sedramatis rabies ganas dan biasanya berlangsung lebih lama. Otot perlahan menjadi mati rasa dimulai dari area bekas gigitan. Kemudian, anak yang terkena rabies mengalami koma dan pada akhirnya kematian.

Anjing yang menggigit biasanya akan diobservasi selama 10-14 hari setelah insiden penggigitan untuk melihat tanda sakit, perubahan perilaku, kelesuan, dan sebagainya.

Jika ditemukan gejala, hewan tersebut harus dibunuh dan otaknya diperiksa untuk memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar positif virus rabies.

“Penangan pertama kalau digigit hewan yang berkemungkinan rabies, cuci dengan air mengalir dan sabun di bagian daerah yang digigit kurang lebih 15 menit. Kemudian segera ke puskesmas terdekat untuk meminta vaksin anti rabies untuk manusia,” ucap Anik.

Ia juga mengingatkan, virus rabies sangat berbahaya, caranya menyebar saat virus di air liur hewan masuk ke tubuh manusia lewat gigitan atau jilatan di luka, misalnya lecet, bekas garukan, tergores, atau luka terbuka serta selaput lendir mulut, hidung, mata, anus, dan kelamin.

Bekas cakaran hewan yang terinfeksi juga berbahaya karena hewan-hewan tadi suka menjilat cakar mereka, selain anjing, ada juga beberapa jenis hewan lain yang bisa membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia.

“Hewan-hewan pembawa virus rabies lainnya adalah kucing, musang, kera, kelelawar, sapi, kuda, kambing, hingga kelinci,” sebutnya.

Saat hewan pembawa rabies menggigit manusia, virus mulai menyerang dengan memasuki pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Secara perlahan, serangan akan mencapai otak dan virus akan mulai menggandakan diri dengan cepat.

“Hal itu yang kemudian menjadi penyebab peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang. Peradangan ini bisa berisiko dan berpotensi menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi,” terang Anik.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE