“Konsolidasi Aliansi Mahasiswa terkait Omnibuslaw”, Wartawan sempat Adu Argumen

Sebuah poster ajakan Konsolidasi terbuka yang bertuliskan tagar gagalkan Omnibuslaw (#gagalkan ombibuslaw), dilaksanakan oleh kalangan yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa se-Kotabaru, di kawasan Siring Laut.

Kotabaru,kalselpos.com – Konsolidasi terbuka yang bertuliskan tagar gagalkan Omnibuslaw (#gagalkan ombibuslaw) dilaksanakan oleh kalangan yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa se-Kotabaru, di kawasan Siring Laut, Selasa (6/9) malam. Aksi itu sempat membuat suasana tidak nyaman dan wartawan yang meliput sempat beradu argumen dengan beberapa orang oknum mahasiswa.

Bermula saat kegiatan diskusi berlangsung beberapa orang mendatangi wartawan salahsatu media elektronik yang melontarkan kalimat “Kami minta maaf sebaiknya jangan diliput terlebih dahulu dan lebih baik saat pertemuan selesai saja baru diliput” ujar salah seorang, yang tidak mau menyebutkan nama dan dari kalangan mahasiswa mana.

Bacaan Lainnya

“Loh, ini kan area terbuka dan untuk umum, mestinya kalau mau melakukan pertemuan lebih baik di dalam ruang tertutup saja, dan untuk kalangan kalian saja jangan ditempat umum begini. Kalau disini kan siapa saja boleh datang,” ucap Anugerah Ramadhan pewarta dari media elektronik, yang sedang mewawancarai salahsatu mahasiswi dari Banjarmasin untuk meminta tanggapan terkait Omnibuslaw, namun langsung terhenti.

Bahkan, oknum bersangkutan sempat menanyakan identitas wartawan. Akan tetapi ketika ditanya balik, justru tidak mau menyebutkan dari almamater mana, hanya menyebutkan bahwa mereka dari forum konsolidasi.

“Sekali lagi kalau memang tidak boleh diliput karena ini adalah area umum lebih baik kami tidak usah meliput saja, dan aneh juga mereka menanyakan identitas sementara saat saya tanya ia justru tidak menyebutkan identitasnya,” jelas Anugerah dengan nada kesal.

Mereka hanya berargumen, nanti saja kalau mau meliput saat ada hasil akhirnya, memang mereka tidak melarang namun lebih baik selesaikan terlebih dahulu kegiatan yang dilaksanakan baru diliput. Disamping itu, mereka juga melontarkan kalimat terkesan takut dengan liputan yang dilakukan oleh wartawan kalau saja ada anggapan kurang baik dari masyarakat.

Padahal si pewarta hanya bermaksud memberikan informasi saja kepada masyarakat bahwa ada kegiatan forum konsolidasi aliansi mahasiswa terkait dengan pembahasan Omnibuslaw.

Memang kesannya sedikit aneh, saat ada kegiatan di tempat terbuka wartawan justru dilarang untuk mengambil atau mengabadikan fhoto dan visual. Padahal diketahui bersama kawasan Siring Laut merupakan tempat terbuka dan untuk umum, siapa saja boleh datang.

“Saya bingung saja ada kegiatan yang dilaksanakan dikawasan Siring Laut, tapi wartawan terkesan dilarang untuk mengambil visual, tujuan kita hanya memberikan informasi kepada masyarakat dan tidak ada niatan untuk membuat berita yang provokatif, dan satu hal lagi wartawan bebas mau wawancara dengan siapa saja sepanjang tidak menyalahi kode etik dan wawancara kami tadi hanya seputar tanggapan tentang UU Omnibuslaw tidak lepas dari itu sesuai dengan tema konsolidasi yang mereka diskusikan bersama,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fauzi
Editor : Aspihan Zain

Tinggalkan Balasan