Pemkab Kotabaru gelar Monitoring Ketersediaan barang dan Harga Pasar

Monitoring ketersediaan bahan pokok dan harga di sejumlah pasar di Kotabaru.

Kotabaru, kalselpos.com– Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terjadi sejak awal tahun 2020 untuk ketersediaan, distribusi dan kestabilan harga bahan pangan dan barang pokok stabil walaupun terjadi penurunan harga yang bervariasi dan malah salah satu jenis bahan pangan yang harganya drastis menurun seperti bawang merah dan bawang putih.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru, H. Akhmad Rivai memaparkan, Senin (5/10) ketika memonitor Pasar Kemakmuran, hasil pantauan di lokasi ketersediaan ikan basah dan segar sangat berkurang, seperti ikan kembung, ikan tongkol, ikan nila, patin, ikan kakap, cumi-cumi, kepiting dan udang. Untuk ikan kembung berkisar Rp.50.000/kg, ikan tongkol Rp.40.000/kg, kepiting berkisar Rp.50.000 s/d Rp.60.000/kg, dan udang berkisar Rp.70.000 s/d Rp.80.000/kg.

Bacaan Lainnya

Sementara ketersediaan bahan pangan pokok lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit berlimpah dengan harga yang mengalami penurunan dimana untuk harga bawang merah berkisar Rp.28.000/kg dan bawang putih Rp.22.000/kg. Sedangkan untuk gula pasir baik yang dijual di pasar tradisional dan mini market berkisar Rp.12.500 s/d Rp.14.500 per kg, sedangkan minyak goreng diantara Rp.11.900 s/d Rp.13.000/liter.

Bulan September 2020 Kotabaru mengalami deflasi sebesar 0,12% hal ini terjadi dikarenakan adanya penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kotabaru antara lain daging ayam ras sebesar 0,37%, bawah merah sebesar 0,25%, gula pasir sebesar 0,23%, cabai rawit sebesar 0,06% dan susu bubuk untuk Balita 0,05%. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain angkutan udara sebesar 0,22%, bayam sebesar 0,10%, ikan tongkol sebesar 0,09%, ikan kembung sebesar 0,08% dan beras sebesar 0,07%.

Dari kota-kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Pulau Kalimantan dimana 8 kota mengalami deflasi dan 4 kota mengalami inflasi.

“Deflasi tertinggi terjadi di kota Balikpapan sebesar 0,46% dan deflasi terendah terjadi di kota Singkawang sebesar 0,01% untuk kota Kotabaru deflasi terjadi pada urutan kedua yaitu sebesar 0,12%. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di kota Tarakan sebesar 0,63% dan inflasi terendah terjadi di kota Pontianak sebesar 0,01%,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ardiansyah
Editor : Aspihan Zain