DPD Pemuda Islam minta KPU antisipasi Golput

H. Muhammad Hasan, Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel.(Anas Aliando)

Banjarmasin,kalselpos.com – Adanya kemungkinan pandemi Covid-19 bisa memberi efek pada meningkatnya persentase Golput (golongan putih) dan menurunnya angka parsipasi pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020, menjadi hal serius yang perlu diantisipasi KPU sebagai penyelenggara.
Pandemi Covid 19 akan menciptakan anomali atas keinginan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya.

Hal tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kalsel yang juga Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, H Muhammad Hasan kepada kalselpos.com, Senin (5/10/2020).

Bacaan Lainnya

“Karena alasan menghindari penularan virus Corona, keinginan masyarakat pemilih untuk mendatangi TPS bisa menurun,” ujarnya.

Hasan mengingatkan, KPU baik provinsi maupun kabupaten/kota harus menyiapkan strategi untuk mengecilkan presentase Golput, termasuk melakukan sosialisasi secara masif.

“KPU harus siapkan langkah-langkah khusus dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada, seperti menggenjot sosialisasi  melalui komunikasi yang intens dengan para anggota PPS,” ujar pria yang kesohor dengan gelar ‘si raja demo’ itu.

Hasan berkata, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan sosialisasi tatap muka ditiadakan. KPU tentunya telah menemukan cara alternatif yang dianggap efektif dalam meneruskan berbagai informasi penting tentang penyelenggaraan Pilkada.

Melalui informasi Pilkada yang tersebar secara luas, kata Hasan, tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pilkada, akan bisa menekan persentase Golput.

Sosialisasi virtual, lanjut Hasan, menjadi cara terbaik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat menyangkut perkembangan kesiapan Pemilu dan juga sosialisasi tentang pentingnya partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2020 yang  sempat ditunda karena pandemi Covid-19.

Selanjutnya Hasan mengingatkan, kelesuan ekonomi selama pandemi Covid-19, juga bisa menjadi alasan lain yang dapat memicu minimnya partisipasi masyarakat.

Berakhirnya pembatasan sosial, masyarakat akan disibukkan dengan aktifitas ekonomi demi mengembalikan pendapatan yang sempat menyusut drastis selama pandemi.

“Kita berharap hal-hal tersebut tidak akan mempengaruhi animo masyarakat untuk datang ke TPS, meski ada pemikiran seperti itu di masyarakat,” cetusnya.

Hasan juga mengharapkan,  KPU agar lebih meningkatkan intensitas dan volume kegiatan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui pemanfaatan media.

“Hal paling utama yang jugar harus dilakukan oleh KPU adalah memastikan masyarakat yang punya hak pilih, terdaftar sebagai pemilih, dan harus valid. Dari daftar pemilih yang valid tersebut,  KPU lalu akan memetakan sasaran dan target sosialisasi,” tegas Hasan.

Berdasarkan daftar pemilih yang valid itu, lanjut mantan Ketua KNPI Kalsel dua periode itu, partisipasi masyarakat dalam Pilkada bisa digenjot, atau minimal bisa dipertahankan seperti Pemilu 2019 dan meredam kemungkinan naiknya persentase Golput.

“Pilkada tidak hanya sekedar memilih dan menentukan pemimpin untuk periode 5 tahun selanjutnya. Tapi Pilkada juga menentukan masa depan. Penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas, kelak akan menjadi cerminan kualitas demokrasi,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Tinggalkan Balasan