Indonesia diambang resesi akibat Covid-19

Dr. Yanuar Bahtiar SE M.Si, Ketua STIE Indonesia Banjarmasin.(Anas Aliando)

Banjarmasin,kalselpos.com – Kondisi perekonomian Indonesia diambang resesi. Jika pandemi Covid-19 tahun depan belum juga usai maka perekonomian Indonesia bisa minus.

Hal itu disampaikan pengamat ekonomi Kalsel  yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banjarmasin,  Dr. Yanuar Bahtiar SE M.Si kepada kalselpos.com, Sabtu (3/10/2020).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, resesi ekonomi kini sudah “menyerang” dan dialami negara tetangga Indonesia, yaitu Singapura. Padahal selama ini Singapura adalah negara yang cukup tangguh. 

“Singapura sebagai negara transit perdagangan Internasional yang kini sudah terdampak pandemi. Tidak ada lagi barang yang transit di negara itu, sehingga perekonomian mereka hampir mati,” bebernya.

Yanuar memprediksi, resesi ekonomi di Indonesia sedikit terlambat jika dibanding negara lainnya di Asia Tenggara.

“Karena kehidupan kita banyak ditopang oleh UMKM yang pada dasarnya bisa tahan terhadap guncangan ekonomi  seperti di tahun 1998 lalu. Jika UMKM masih bisa bertahan, maka perekonomian Indonesia masih bisa jalan,” terangnya.

Diminta tanggapannya soal langkah yang sudah ditempuh pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, Yanuar mengatakan sudah cukup maksimal namun belum cukup.

“Banyak dana terserap untuk mengatasi permasalahan Covid. Namun disisi lain, perekonomian sedikit terabaikan.  Yang harus menjadi perhatian adalah, menghadapi Covid itu secara bersama-sama, dan harus mempertahankan sektor ekonomi. Walaupun pilihan yang sulit, dengan kebijakan yang pro UMKM, maka akan jauh lebih bagus,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kartu  Prakerja yang digelontorkan pemerintah, menurut Yanuar, itu  sebagai kegiatan insidental saja untuk mengatasi yang sifatnya sesaat. Dampaknya hanya dua tiga  bulan saja, padahal tidak ada yang bisa memastikan pandemi kapan akan usai.

“Yang  menjadi fokus perhatian pemerintah adalah UMKM sebagai fundamental ekonomi yang harus  betul-betul diperkuat,” tegasnya.

Yanuar juga menyinggung soal gaya hidup masyarakat Kalsel terutama di Kota Banjarmasin yang masih saja konsumtif ditengah pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini hendaknya kita hidup sepatutnya atau yang wajar-wajar saja. Utamakan keperluan dari pada keinginan,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE