Pembukaan Umroh Dilakukan Secara Bertahap

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banjarmasin H Muhammada Rofii

Banjarmasin,kalselpos.com – Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka pintunya bagi jemaah yang ingin menunaikan ibadah umroh yang dimulai dari 4 Oktober 2020 mendatang.

Kendati demikian, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin H Muhammad Rofii mengatakan, hal tersebut tentunya dilakukan dengan pembatasan jumlah jemaah serta dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya paparan Covid-19 saat menjalankan ibadah umroh.

Bacaan Lainnya

“Pembatasan dilakukan dengan jumlah jemaah saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ucapnya saat ditemui kalselpos.com di ruang kerjanya, Rabu (30/09/2020) siang.

Ia menjelaskan, ada sejumlah syarat yang mendasari dimulainya penyelenggaran ibadah umroh. Salah satu yang jadi perhatian Pemerintah arab saudi yakni asal negara jemaah umroh yang memiliki kriteria bebas resiko Covid-19.

“Dalam pelaksanaanya Pemerintah Arab Saudi memberikan 4 tahapan kepada calon jemaah.

Pertama hanya dibolehkan 30 persen dari kapasitas masjidil haram, 6 ribu jemaah perhari untuk warga saudi ataupun non-saudi yang ada didalam. “Itu semua dilakukan dengan protokol pencegahan yang ketat,” ujarnya.

Kedua, 75 persen kapasitas masjidil haram dengan 15 ribu jemaah perharinya, untuk warga saudi ataupun non-saudi yang ada didalam negara itu.

Akan tetapi di tahapan ketiga, arab saudi masih memilih daftar negara yang diperbolehkan untuk masuk ke negaranya dan menjalankan ibadah umroh

“terkecuali tahapan keempat membolehkan daftar negara mana saja yang boleh, hal ini adalah kewenangan otoritas setempat yang berhak memutuskan, bahwa resiko pendemi telah berakhir,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri