KPU Tekankan APK Paslon Jangan Diletakkan di Cagar Budaya

Rapat koordinasi antara KPU, Bawaslu dan Pemerintah Kota Banjaarmasin terkait lokasi yang diperbolehkan dan tidaknya untuk meletakkan APK Pilkada 2020 Kota Banjarmasin (Fudail)

Banjarmasin,kalselpos.com – Keberadaan Alat Peraga Kampanye (APK) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarmasin memang sangat diperlukan. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin menekankan kepada setiap Paslon untuk tidak meletakkan APK di tempat cagar budaya.

Bacaan Lainnya

Komisioner KPU Kota Banjarmasin, Syarifudin Akbar menegaskan bahwa tempat cagar budaya adalah tempat terlarang untuk keberadaan sarana pasangan calon (paslon) dalam mengenalkan dirinya kepada masyarakat.

“Seperti Kubah Habib Basirih, ini tidak boleh dijadikan tempat untuk kampanye, temasuk keberadaan APK,” ucapnya pada awak media usai melakukan Rapat Koordinasi terkait penentuan peletakkan APK dalam tahapan kampanye bersama Bawaslu dan Pemerintak Kota (Pemko) Banjarmasin, Rabu (30/09/2020) siang.

Ia menjelaskan, selain dilarang peratiran KPU, pelarangan peletakkan APK di makan salah satu ulama kharismatik di Kalimantan Selatan ini juga atas permintaan zuriat dari Habib Basirih sendiri.

“Zuriat beliau minta jangan sampai ada APK di kawasan tersebut, temasuk di sekitar kubah,” ungkap pria dengan sapaan Akbar ini.

Tidak hanya di Kubah Basirih, pihaknya juga melarang keberadaan APK di Makam Sultan Suriansyah dan juga fasilitas milik Pemko Banjarmasin. “Karena ini sudah masuk Surat Keputusan (SK) KPU,” terangnya.

Kemudian juga di fasilitas umum sperti sekolah, ibadah, tempat kesehatan atau dijalan protokol.

“Jika empat paslon melakukan hal tersebut dan sudah diluar ketentuan, maka aka dapat sanksi oleh Satpol PP, ” tegasnya.

Oleh karena itu KPU Kota Banjarmasin akan menginstrukskan hal tersebut kepada empat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin untuk senantiasa selalu mentaatinya.

Disamping itu, ia memaparkan, bahwa APK yang difasilitasi KPU adalah spanduk. Dimana, spanduk ini hanya dipasang 2 buah per kelurahan, atau jika ditotal dengan jumlah kelurahan di Kota Banjarmasin sebanyak 52 kelurahan, maka ada 104 spanduk yang harus disiapkan untuk setiap paslon.

“Semuanya difasilitasi, seperti baliho. Kami maksimal mencetaknya itu 5 buah, kemudian untuk umbul-umbul sebanyak 20 buah per kecamatan. Ada lima kecamatan, artinya ada 100 buah. Ini untuk satu paslon,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri