DPPKB Berikan Pemahaman Kontrasepsi Jangka Panjang di Lokasi TMMD

Kepala Dinas DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid.(ist)

Amuntai, kalselpos.com – Penggunaan kontrasepsi Jangka Panjang terus dilakukan oleh pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kali ini pihak DPPKB HSU turut serta memberikan sosialisasi metode kontrasepsi jangka panjang, di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sarang Burung, Kecamatan Danau Panggang atas kerjasama Kodim 1001 dengan DPPKB HSU, di Kantor Desa setempat, Senin (28/09).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas DPPKB HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid kepada awak media mengatakan, sosialisasi diberikan kepada para ibu, jenjang pasangan usia subur oleh Kasubid KB DPPKB HSU Hj Rositah, A.md, Keb.

Menurut Anisah, hal ini merupakan sasaran yang tepat untuk memberikan penyuluhan, pengertian dan pemahaman apa itu metode kontrasepsi jangka panjang.

“Alhamdulillah dari Desa Sarang Burung ada satu orang yang menggunakan metode Implant. Kami juga memberikan bonus dari DPPKB karena telah menjadi kader, yang dapat menjadi contoh kepada masyarakat setempat,” katanya.

Kerjasama antara DPPKB dengan jajaran Kodim 1001 Amuntai tidak hanya sekali, namun berkat koordinasi yang baik, beberapa waktu lalu dengan sukses Peringati Harganas untuk pelayanan sejuta akseptor. Dimana Kodim 1001 menjadi nomor 1 se kalsel.

“Semoga dengan adanya penyuluhan hari ini, akan memudahkan mereka beralih cara yang menggunakan jangka pendek ke jangka panjang,” harap Anisah.

Sementara itu, Kapten inf Eko Wibowo selaku Wadan Satgas TMMD mengaku berbangga karena dikesempatan itu, Kepala DPPKB bersedia hadir ke lokasi. Ia menjelaskan, sosialisasi ini penting bagi masyarakat guna bekal mereka mengatur jarak kelahiran dalam rumah tangga.

“Kalau dulu/Bahari itu banyak anak banyak rezeki tapi ini terbalik, banyak anak jadi kalang kabut. Makanya itu perlunya ada pencerahan agar masyarakat dapat membina keluarga yang harmonis dan berdaya guna bagi bangsa dan negara,” sampainya.

Eko menjelaskan,di lokasi TMMD, meliputi kegiatan fisik pembuatan siring dan peninggian badan jalan yang ada di tambah dengan rehab rumah 2 unit dan mushola 1 unit.

Sedangkan, penyuluhan kesehatan adalah kegiatan non fisik, diantaranya sosialisasi dari dinas terkait yang ada di HSU yang bertujuan memberikan pembekalan terhadap masyarakat setempat.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: adiyat
Editor: wandi

Tinggalkan Balasan