Berita Nomor 2 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Kelelahan usai Kunker, Anggota DPRD HST meninggal dunia

Jenazah almarhum Nasrullah ketika mau diturunkan dari mobil ambulance setiba di rumah duka, Desa Setiap Kecamatan Pandawan HST.(ist)

 

 

Bacaan Lainnya

Berita Nomor 2 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Kelelahan usai Kunker, Anggota DPRD HST meninggal dunia

Barabai, kalselpos.com– Innalilahi Wainnailaihi rojiun. Kabar duka datang dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Nasrullah anggota DPRD setempat meninggal dunia, Sabtu (19/9/2020) petang.

Wakil rakyat dari Partai NasDem ini meninggal dunia dalam perjalanan menuju salah satu rumah sakit swasta di Kota Kandangan.

“Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan di RS  Damanhuri Barabai, setelah itu atas permintaan sendiri meminta untuk pulang. Karena kondisi kesehatan masih belum membaik, oleh pihak keluarga dibawa ke RS Kandangan, belum sampai di rumah sakit beliau meninggal,” ujar Jainudin Bahrani, kerabat  almarhum yang juga merupakan tenaga ahli di DPRD Kabupaten HST, kepada kalselpos.com, Sabtu (19/9/2020) malam.

Disampaikannya, almarhum selama ini diketahui mengidap beberapa penyakit diantaranya kolesterol, darah tinggi, gula darah, jantung  dan pernah kena stroke ringan.

“Memang setahu saya almarhum mengidap beberapa penyakit. Beliau juga kelelahan setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas Kalteng,” terangya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten HST itu mengungkapkan, setelah kunjungan kerja dari Kapuas, kondisi almarhum makin payah. “Beliau kemudian masuk rumah sakit Damanhuri untuk menjalani perawatan,” ujarnya.

Meninggalnya almarhum karuan saja membuat warga Desa Setiap Kecamatan Pandawan (desa tempat tinggal almarhum) menjadi terkejut.

Desas desus yang berkembang, Nasrullah meninggal karena Covid-19. Jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance khusus dengan dikawal aparat kepolisian sesuai standar Covid-19.

“Warga tidak berani mendekat, kecuali hanya keluarganya saja. Warga menduga beliau meninggal karena Covid-19,” ujar Sahli, warga desa Setiap.

Almarhum rencana akan dikebumikan Minggu pagi. Meskipun belum dapat dipastikan apakah mantan kepala desa Setiap dua periode itu meninggal karena Covid-19 atau bukan, namun menurut informasi yang dikumpulkan kalselpos.com, proses pemakaman akan dilakukan sesuai protokol kesehatan.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Tinggalkan Balasan