Batola Miliki Asosiasi APSAI

Pengurus APSAI saat melakukan rapat pertama di warung Tosoto, Marabahan. (ist)

Marabahan,kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berbenah untuk menjadi kabupaten ramah anak. Salah satunya seperti yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) dengan melahirkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak (APSAI) Batola.

Bacaan Lainnya

APSAI Batola bernaung di bawah DPPKBP3A Batola dan resmi terbentuk melalui SK Kepala DPPKBP3A Batola Hj Harliani tanggal 6 April 2020.

Asosiasi ini merupakan wadah sinergi dan percepatan upaya perlindungan anak terutama untuk memastikan peran serta sektor swasta di Indonesia.

Sektor swasta dianggap memiliki peran strategis untuk menjadi mitra pemerintah bersama dengan anggota masyarakat dan berbagai instansi berbasis komunitas lainnya dengan bersama-sama membentuk tiga pilar utama penggerak pembangunan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak.

Merebaknya wabah Covid-19 menjadi salah satu penghambat pergerakan asosiasi yang resmi berdiri pada bulan April ini. Hingga akhirnya rapat pengurus pertama diselenggarakan pada tanggal (21/09/20) di warung Tosoto, Marabahan.

Berhadir dalam acara, Kepala Bank Kalsel Cabang Marabahan Akhmad Fauzi Noor yang juga selaku Ketua APSAI, Kepala DPPKBP3A Hj Harliani, Kepala Bagian Humas dan Protokol Batola Hery Sasmita, Perwakilan Kemenag Batola Syamsuri, perwakilan pengurus dewan Masjid Batola serta para pengusaha yang menjadi anggota.

Selaku Ketua APSAI Batola, Akhmad Fauzi Noor menyampaikan, terdapat 16 perusahaan yang menjadi anggota APSAI.

“Berdirinya APSAI ini menjadi wadah perusahaan yang berkegiatan di Batola untuk memberikan sumbangsihnya khususnya terkait usaha terwujudnya Batola menjadi kabupaten ramah anak,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Fauzi itu menambahkan, program pertama yang akan dilaksanakan mewujudkan masjid ramah anak yang nantinya akan ada area bermain anak, tempat menyusui, serta akan dibuatkan akses kursi roda bagi difabel yang insya Allah mulai dilaksanakan sebelum tahun 2020 berakhir.

Menanggapi masjid yang akan menjadi target, lelaki ramah itu mengungkapkan, sementara ada dua masjid percontohan yaitu masjid Al-Anwar dan masjid At-Taqwa Marabahan walaupun hal itu bisa saja berubah karena masih dibicarakan lebih lanjut.

Kepala DPPKBP3A Batola Hj Harliani menyambut baik atas program yang direncanakan. Ia mengatakan, dasar pembentukan APSAI untuk menjadikan Batola kabupaten ramah anak. Mengingat saat Batola berada di urutan 12 sebagai kabupaten ramah anak di Kalsel.

“Untuk mewujudkan kabupaten ramah anak tentunya perlu dukungan pihak lain, seperti para pengusaha melalui wadah APSAI ini,” ucap mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Batola itu.

“Masjid ramah ini disusun kriterianya dan dibentuk tim yang khusus menanganinya,” pesan Harliani.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi