Lutfi Saifuddin minta tinjau ulang Wacana Pengembalian Insentif Tenaga Medis

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin.

Banjarmasin, kalselpos.com – Insentif tenaga medis atau perawat non ASN yang sempat dicairkan sebesar Rp 7.500.000 per orang itu diminta dikembalikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

Hal itu menuai persoalan bagi pejuang penangan Covid-19 di Kalsel. Persoalan ini telah disampaikan dalam Minggu ini.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta kebijakan, agar wacana pengembalian itu ditinjau ulang,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, Kamis (24/09).

Dikatakannya, kita mengetahui bersama bahwa tugas dan tanggung jawab petugas medis ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. Artinya nilai nominal insentif tersebut masih tidak sebanding dengan pengabdian mereka, apalagi sudah berbulan-bulan ratusan tenaga medis tersebut tidak bisa pulang berkumpul bersama keluarganya.

“Pengembalian insentif yang telah diberikan, Komisi IV DPRD Kalsel sangat menyayangkan, karena kita sangat menghargai perjuangan mereka di garis terdepan Covid-19, hal ini taruhannya adalah nyawa,” katanya.

Lanjut Lutfi, insentif yang diminta untuk dikembalikan itu berlaku 1 bulan saja, sehingga selanjutnya tidak ada lagi akan diterima petugas medis. Jika dipaksakan ditarik dikhawatirkan akan mempengaruhi semangat kerja mereka termasuk psikologis, pemenuhan keperluan hidup dan lainnya.

“Bisa jadi ini akan menurunkan imunitas mereka yang menjadi beban pikiran lagi, ditambah kondisi fisik yang lemah karena lelah bekerja,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Penulis : Ahim
Editor : Muliadi

Tinggalkan Balasan