PDAM Bandarmasih menghapus penerapan pemakaian batas minimum 10 m3

Dirut Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Ahmadi saat dikonfirmasi kalselpos.com. (dik)

Banjarmasin,kalselpos.com – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengeluarkan kebijakan untuk menghapus penerapan pemakaian batas minimum 10 m3 bagi pelanggan PDAM Bandarmasih terhitung sejak Oktober untuk pembayaran bulan November 2020 mendatang.

Diterapkan pemberlakuan batasan minimum tersebut sejak 2017 lalu atas dasar Permendagri tersebut selalu menuai kritikan bahkan keluhan masyarakat

Bacaan Lainnya

“Kami telah sepakat pencabutan pemakaian batasan minimum ini untuk semua klasifikasi pelanggan,” ujar Ibnu Sina kepada kalselpos.com Rabu (16/09).

Ia menambahkan, ketentuan ini setelah melakukan diskusi panjang baik desakan DPRD Kota Banjarmasin, elemen masyarakat dan kondisi ini juga melihat dari intruksi Pemerintah pusat untuk menerapkan kebijakan meringankan beban rakyat di tengah pandemi Covid -19 termasuk dalam stimulus ekonomi

“Kebijakan ini bukan dadakan, karena melihat berbagai pertimbangan dan masukan sehingga ketentuan pemakaian batasan minimum 10 m3 ini dihentikan,” katanya.

Senada disampaikan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Ahmadi mengungkapkan, dengan penghapusan penerapan batasan minimum ini dipastikan tidak akan mengganggu tata kelola manajemen, karena sejauh ini PDAM masih mampu beroperasional dengan baik meski di tengah pandemi sekarang.

Selain itu perlu disampaikan juga bahwa kebijakan ini diharapkan bisa membantu pengeluaran keuangan pelanggan di bulan-bulan selanjutnya terhitung rekening pembayaran bulan November.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik
Editor : Muliadi