BKKBN Sosialisasikan Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Proyek Proritas Nasional (Pro PN) di Tapin

Pembukaan sosialiasi Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Proyek Proritas Nasional (Pro PN) di Tapin pencegahan stunting.(ist)

.Rantau, kalselpos.com – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialiasi Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) terkait cegah stunting bersama keluarga melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Rabu (16/9/2020) bertempat Aula Pertanian Terpadu Jalan Bay Pass Rantau.

Bacaan Lainnya

Sosialiasi dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin Arpan serta dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Ramlan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Noor Ifansyah.

Ketua TIm Penggerak PKK Tapin Hj Ratna Ellyani Arifin dalam sambutannya mengatakan, seringkali masyarakat mengaitkan kondisi tubuh anak yang pendek dari faktor keturunan, sehingga masyarakat banyak hanya menerima tanpa berbuat apa apa dan mencegahnya.

“Padahal genetika merupakan faktor yang paling kecil pengaruhnya dibandingkan prilaku lingkungan, sosial, ekonomi, budaya politik dan pelayanan kesehatam sehingga bisa dikatakan stunting bisa dicegah, “katanya.

Persoalan stunting patut menjadi perhatian untuk segera dituntaskan, karena merupakan masalah gizi kronis, akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama atau kronis dimana terjadi mulai bayi dalam kandungan karena saat hamil ibu kurang mengkonsumsi makanan bergizi.

“Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua dapat berupa memberikan informasi pengasuhan terkait 1000 hari pertama kehamilan melalui bina keluarga, “ujarnya.

Untuk itu Ketua PKK Tapin mengingatkan kepada peserta melalui orentasi ini diharapkan Kepada kader dan pkk setapin agar bisa memberikan sosialisasi kepada warga desa masing masing.

“Peran keaktifan ibu kader desa masing-masing bisa memberikan sosialisasi kepada ibu mengandung terkait masalah stunting, “katanya.

Sementara Kepala BKKBN Provinsi Kalsel Ramlan mengatakan, kegiatan sosialisasi Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) dalam rangka untuk penanggulangan dan pencegahan masalah stunting, karena ini sudah menjadi program berjenjang mulai pemerintah pusat, provinsi sampai kabupaten.

Bagaimana stunting ini dicirikan yakni pertumbuhan bayi dengan ciri berat kurang 2.5 kg dan panjang badan kurang 48 centemeter, kalalau sudah seperti itu maka bayi stunting.

Bagaimana memcegahnya dengan memberikan asupan gizi juga pola asuh sejak dalam kandungan, juga memasuki kehidupan selama enam bulan tetap diberikan asi eklusif tidak dengan makan lain, baru selanjutnya diberikan makanan tambahan.

Berharap stunting bisa diturunkan dan di Kalimantan Selatan tidak ditemukan anak stunting.

Pemerintah daerah bisa mendukung dalam pencegahan sendiri semenatara Pemprov sudah membentuk tim dalam pencegahan dan pengendalian maslaah stunting ini agar tidak terjadi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk san Keluarga Berencana Tapin Noor Ifansyah melaporkan kegiatan sosialisasi dikuti oleh Lokus 10 pencegahan stunting, Camat, Pengurus PKK Kabupaten, Kecamatan, Kepala Desa Dari 10 Desa menjadi pencegahan stinting.

Sosialisi berlangsung satu hari dengan empat orang nara sumber Dinas Kesehatan Tapin, Kementrian Agama Tapin dan BKKBN Provinsi Kalsel.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis:dillah
Editor:wandi