Petani Jelapat 2 Ikuti PPHT Tanaman Nanas

  • Whatsapp
Petani nanas Desa Jelapat ketika mengikuti penerapan pengendalian hama terpadu nanas.

Marabahan,kalselpos.com – Petani nanas di Desa Jelapat 2 Kecamatan Mekarsari Kabupaten Batola ikuti penerapan pengendalian hama terpadu nanas, Senin (14/9).

Advertisements

Bacaan Lainnya

Kegiatan pelatihan tentang perkebunan nanas ini diikuti satu Kelompok Tani (Poktan) dari desa jelapat 2. Sejumlah 25 anggota yang mengikuti pelatihan penerapan pengendalian hama terpadu tersebut.

Pelatihan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) khusus nanas ini dilaksanakan sejak pertengah bulan juni lalu, yakni dengan 8 kali pelatihan oleh Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)

Pada hari ini telah dilakukan penutupan kegiatan pelatihan penerapan pengendalian hama terpadu yang dihadiri Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi, bidang hortikultura, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel serta dari Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola.

Lahan perkebunan nanas di kecamatan mekarsari banyak terdapat di Desa jelapat 2, Desa Mekarsari dan di Desa Tinggiran Darat.

“Dengan melihat potensi perkebunan nanas di wilayah Kecamatan Mekarsari ini, sangat mendukung kedepannya jika perkebunan nanas di Desa Jelapat 2 ini dijadikan tempat wisata petik nanas.” ungkap Kabid Hortikultura, Ellina Hardiyati.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola Murniati menambahkan, wilayah untuk perkebunan nanas di kalimantan selatan terpusat di kabupaten batola yakni di wilayah Kecamatan Mekarsari dengan jenis varietas Tamban.

Menurutnya, memang memiliki potensi wisata, disamping perkebunan nanas berada di pinggiran sungai bisa juga untuk wisata susur sungai.

Selain itu, di kecamatan tersebut ada memiliki kegiatan tahunan untuk buah nanas yaitu festival buah nanas dan terdapat juga kontes buah nanas tiap bulan agustus, namun untuk tahun ini ditiadakan karena terkendala pandemi covid-19.

Salah satu Poktan nanas Armain mengatakan jika nantinya dijadikan wisata petik nanas, kami dari petani nanas siap, namun sementara ini untuk perluasan lahan masih terkendala alat penggarapan lahan belum ada dan akses menuju lokasi perkebunan nanas akses jalan perlu dilakukan pengerasan.

“Dengan adanya kegiatan penerapan PPHT tentang tanaman nanas, sangat bermanfaat untuk kami dalam berkebun nanas,” tutupnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahim
Editor : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan