Bantuan modal UMKM di Kapuas diharapkan lebih banyak Terakomodir

  • Whatsapp
Plt. Kadis Dagperinkop UKM Kabupaten Kapuas, Batu Panahan saat memberikan keterangan terkait bantuan modal UMKM.(Ist)

Kuala Kapuas, kalselpos.com-Pemulihan Ekonomi Nasional untuk membantu masyarakat di Kabupaten Kapuas, menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP ) melalui Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) Kapuas, yang melalukan rekrutmen untuk para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna dapat menerima bantuan modal sebesar Rp 2,4 Juta.

Plt. Kepala Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Kapuas, Batu Panahan, ketika ditemui di kantornya Jalan Tambun Bungai Senin (14/9) siang, mengatakan, bahwa program dari pusat ini adalah bantuan uang tunai yang diberikan, agar pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 bisa mengakses pembiayaan modal kerja, sehingga bisa kembali menjalankan aktivitasnya,

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Pendataan atau rekrutmen terhadap para pelaku usaha khususnya di Kabupaten Kapuas sampai dengan saat ini yang mendaftar hampir 10.000 UMKM kepada Disdagperinkop, serta 3000 mendaftar ke perbankan,” terang Batu Panahan.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Dagperinkop UKM Kapuas, bahwa untuk UMKM yang menerima bantuan ini adalah orang-orang dengan kriteria, yaitu pelaku usaha mikro, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan anggota TNI/Polri, bukan pegawai BUMN/BUMD, sudah punya tabungan dengan nominal di bawah Rp2 juta serta belum pernah atau sedang menerima pinjaman dari perbankan.

“Tapi melalui aplikasi dengan melihat NIK, ini akan terseleksi dengan sendirinya, mana yang berhak untuk dikabulkan. Namun sudah ada sekitar 700 lebih yang sudah, mudah-mudahan lebih banyak terakomodir,” ungkap Plt. Kadis Dagperinkop UKM, Batu Panahan.

Sebelumnya, Peran Firdaus, salah satu lurah dari Kecamatan Kapuas Hilir, saat dimintai keterangan jumlah yang mengajukan permohonan bantuan UMKM ini, mengatakan, hampir sekitar 100 UMKM yang mengajukan, terlebih dampak Pandemi Covid-19 ini, pasar tradisionil di tempatnya sempat tidak boleh beroperasi.

“Kebijakan penutupan ini mempengaruhi modal dari usaha mereka. Maka adanya bantuan ini mereka merasa tertolong dan perlu,” tegas Peran Firdaus.

Dikatakan Peran Firdaus lagi, pihaknya akan membantu kelengkapan berkas domisili atau keterangan usaha saja, selebihnya wewenang instansi yang terkait,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Iwan Cavalera
Editor: Bambang CE

Advertisements

Tinggalkan Balasan