Kalsel masih kekurangan 1000 PPL

Syamsir Rahman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel. (Anas Aliando)

Banjarbaru,kalselpos.com– Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) jumlahnya masih kurang.

Akibatnya, pemberian penyuluhan kepada petani mengalami kendala, sehingga tidak semua petani memiliki pengetahuan yang memadai tentang bertani dan berkebun.

Bacaan Lainnya

“Kita hanya memiliki 800 PPL yang berstatus PNS dibantu 200 tenaga kontrak. Itu sangat kurang sekali. Idealnya kita punya 2.500 PPL. Jadi kita masih kekurangan 1000 PPL,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, Jumat (11/9/2020).

Diutarakannya, rata-rata PPL yang bertugas di lapangan usianya sudah tua, sehingga produktivitas kerja sudah berkurang.

“Sementara untuk penerimaan pegawai belum ada lagi. Kita maksimalkan yang ada meski kadang mereka mengeluh karena bertugas di empat desa. Padahal idealnya satu desa satu PPL,” bebernya.

Syamsir mengaku, dirinya kerap menerima keluhan PPL ketika berada di lapangan.

“Keluhan itu rata-rata soal luasan wilayah yang harus didatangi karena rata-rata empat desa. Inilah yang terus kita perjuangkan kepada Kementerian Pertanian,” ungkap Syamsir.

Ditambahkan Syamsir, pihaknya sudah mengajukan ke Menteri Pertanian, agar masalah yang dihadapi PPL bisa segera diatasi. Misalnya untuk tambahan uang operasional, uang pulsa dan lainnya.

“Dari Pemprov sendiri kami sudah berikan 1000 lembar baju seragam di lapangan. Kami berikan juga alat penerangan berupa Senter dan sepatu boot,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Pos terkait