Evaluasi Perwali 68 : Penerapan Sanksi Pelanggar Prokes Diperpanjang

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan Perwali Nomor 68 Tahun 2020 (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com– Pemerintah Kota (Pemko Banjarmasin secara resmi memperpanjang masa penerapan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 68 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan dan penegakkan hukum protokol kesehatan di masyarakat.

Artinya, pemberlakuan sanksi berupa denda uang tunai maupun sanksi sosial seperti membersihkan fasilitas umum bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan juga akan dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, perpanjangan masa tersebut merupakan hasil dari evaluasi keseluruhan pelaksanaan Perwali yang mewajibkan warganya untuk mengenakan masker dan menghindari kerumunan sejak 1 September 2020 yang lalu.

“Pada intinya kita sepakat untuk memperpanjang pemberlakuan ini selama satu bulan,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balaikota Banjarmasin, Jumat (11/09/2020) siang.

Menurut orang nomor satu di Kota Baiman ini, selama Perwali yang bertujuan untuk meminimalisir resiko penularan virus Corona atau Covid-19 itu dilaksanakan, tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai membaik.

“Dalam 10 hari pelaksanaannya, tingkat kesadaran masyarakat berangsur membaik, bahkan mencapai 75 persen,” ujarnya.

Hingga saat ini, ia melanjutkan, petugas gabungan telah menindak 807 orang warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker.

“Dari keseluruhannya, 105 orang mendapat sanksi berupa denda uang, 383 orang mendapat sanksi sosial serta 319 orang dikenakan tegur lisan dan terlulis,” paparnya.

Pria dengan sapaan Ibnu itu membeberkan, nominal hasil denda yang didapatkan Pemko selama 10 hari pemberlakuan Perwali tersebut sekitar Rp 7 Juta.

“Paling tidak memberikan efek jera kepada pelanggar, karena target utamanya bukan uang, tapi tibgkat kedisiplinan warga untuk menggunakan masker saat keluar rumah,” terangnya.

Sehingga, pemimpin dari kotabyang berjuluk Kota Seribu Sungai ini berharap dengan diperpanjangnya masa oemberlakuan Perwali Nomor 68 itu, bisa semakin meningkatkan kesadaran warga untuk lebih disiplin protokol kesehatan.

“Saat ini ibu kota Indonesia DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB, kita liat lagi kedepannya, yang pasti untuk pintu masuk Kota Banjarmasin harus lebih diperketat lagi. Jangan sampai kota ini kembali menjadi zona merah,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri