Pemeriksaan RSUD Ulin dianggap merugikan, Andin – Guru Oton ‘tantang’ Swab ulang

  • Whatsapp
[]istimewa JUMPA PERS - Paslon Bupati dan wakil Bupati Banjar, Andin Sofyanoor dan KH Ahmad Busthomi atau Andin - Guru Oton, saat mengelar jumpa pers, di Posko ‘Banjar Bersinar’, di Sekumpul, Martapura, Kamis (10/9) kemarin.

Martapura, kalselpos.com – Isu tak sedap yang menimpa pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati Banjar, Andin Sofyanoor dan KH Ahmad Busthomi atau Andin – Guru Oton, yang dikatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, dinilai cukup merugikan.
Padahal, menurut Andin, dalam jumpa pers, Kamis (10/9) kemarin, di Posko ‘Banjar Bersinar’, di Sekumpul, Martapura, ada kejanggalan dalam hasil yang dikeluarkan laboraturium RSUD Ulin, karena tidak ditandatangani pejabat yang berkompeten. “Sayangnya, hal itu terlanjur beredar luas di media sosial dan jejaring WA, sehingga sangat merugikan bagi Andin-Guru Oton, apalagi sejumlah agenda penting bersama konstituen pun terpaksa batal dilaksanakan,” ungkapnya.


Ditegaskan pula, mengingat ada perbedaan antara hasil tes swab yang dimiliki, pihaknya berharap KPU Banjar juga RSU Ulin, untuk melakukan swab ulang atas dirinya.
Sedang, terkait isu dirinya positif Covid-19, ucap Andin,perlu dilihat secara utuh. Sebab pada Rabu (2 September 2020) ada hasil swab yang dilaksanakan Pemkab Banjar, yang menyatakan Andin dan Guru Oton negatif Covid-19. Bermodal surat negatif Covid-19 itulah, keduanya kemudian mendaftar ke KPU Banjar, pada Jumat (4 September 2020).
“Berselang sehari, atau pada Sabtu, 5 September 2020 pukul 19.00 Wita, dilakukan pemeriksaan lagi oleh pihak RSUD Ulin, dan pagi Minggu (6/9) pukul 09.00 Wita, ada kabar dari salah satu komisioner KPU Banjar, bahwa hasil swab kami positif Covid-19. Belakangan KPU Banjar pun, tidak ada memberikan pers rilis, dan surat dari KPU pun tak ada isinya menyebutkan kami posisit, kecuali hanya berisi peraturan perundang-undangan yang mengatur teknis pelaksanaan audiensi,” beber Andin.
Swab di RSUD Ulin juga ‘diragukan’ sterilisasinya, karena hanya dilakukan di pintu gedung dan dibatasi sebuah gorden. “Di sinilah hal mengejutkan terjadi pada malamnya, saat salah satu komisioner KPU, memberitahukan kalau saya terpapar Covid-19. Guru Oton juga positif. Kami sempat ‘kelimpungan’ dapat kabar tersebut. Cek paru saya bagus, sehingga disebut terpapar tanpa gejala. Alhasil pemeriksaa jasmani ditunda 10 hari dan di situ kami kecewa. Kami disarankan untuk isolasi mandiri atau karantina khusus. Kami ke Jakarta dan Guru Oton ke Ciputra untuk memeriksakan diri ke rumah sakit yang kami anggap berintegriti. Saya ke RSU Medistra,” terangnya.
Pada Selasa (8/9), Andin di swab di Medistra oleh dokter ahli dan hasilnya dilaporkannya negatif. “Hasil saya negatif. Kurang puas, saya minta periksa lagi secara menyeluruh baik urin, paru maupun darah. Artinya tidak hanya sampel di hidung dan tenggorokan saja. Lagi-lagi hasilnya tetap negatif, pada Rabu (9/9) lalu,” bebernya.
Sementara Supiansyah SH, kuasa hukum tim Andin-Guru Oton menyatakan, ada hal yang merugikan, sehingga ini menjadi kritik bagi RSUD Ulin, lantaran dampaknya membuat pendukung pasangan independen, ini jadi ketakutan dan kebingungan.
“KPU Banjar tidak menyebutkan Andin-Guru Oton positif. Surat dari RSUD Ulin harus ada tanda tangan pihak kompeten. Mestinya KPU Banjar dan RSUD Ulin segera melakukan swab ulang,” tantangnya.

Advertisements

Bacaan Lainnya

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

[]penulis : s.a lingga
[]editor : s.a lingga

Advertisements

Tinggalkan Balasan