Kotim masih terapkan belajar mengajar sistem Daring

  • Whatsapp
Kadisdik Kotim, Suparmadi (kanan) ketika wawancara bersama koresponden kalselpos.com di Sampit.(Ruslan AG)

Sampit, kalselpos.com-Kabupaten Kota Waringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menerapkan kegiatan
belajar mengajar non tatap muka atau dengan sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) atau kombinasi keduanya.

“Jadi intinya, Kotim yang masih di zona merah Covid-19 masih belum bisa menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas pendidikan (Kadisdik) Kotim, Suparmadi SE MM, baru baru ini di Sampit.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Disebutkannya, di Kotim sekolah PAUD, SD sampai SLTP dengan jumlah satuan pendidikan sekitar 700 an dan jumlah anak didik berkisar 65 ribu orang.

“Realitas ini tantangan, dan harus memotivasi kita meningkat SDM dengan segala kekurangan dan kendalanya. Kita tidak boleh mengeluh, diharapkan kerjasama semua pihak serta tidak boleh ada yang menyalahkan,” paparnya.

Disadarinya, dengan jumlah keterbatasan guru dan diantara mereka ada yang belum menguasai teknologi, mudahan dipahami banyak pihak, dan tentu saja mereka juga tetap concern untuk meningkatkan kualitas pendidik yang menggunakan sistem belajar dan mengajar daring dan luring ini, atau kombinasi keduanya.

Ia juga menyadari Kotim yang terdiri dari 17 kecamatan, ada sejumlah titik yang tidak memiliki jaringan internet.

“Selain siswa tidak mampu yang masih belum memiliki HP model kini, supaya bisa mengikuti sistem pengajaran di era pandemi Covid-19 yang daerahnya masih masuk zona merah,” bebernya.

Sementara itu H. Suprianto SE MM anggota DPRD Kotim yang juga anggota komisi III Bidang Kesra mengungkapkan, dalam rapat dengan Kadis Pendidikan Kotim, dirinya dengan tegas menginginkan agar sistem pembelajaran dilakukan dengan tatap muka.

Karena ujarnya, ada aspirasi masyarakat yang menginginkan pembelajaran anak didik tidak dilakukan secara daring atau during dan kombinasi keduanya. Tapi Disdik Kotim berpedoman pada aturan yang ditetapkan pusat.

“Padahal dengan pembelajaran tatap muka bukan hanya tranpormasi pengetahuan yang didapat, tapi diantaranya contoh keteladanan seorang guru terhadap muridnya,” tandasnya.

alselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Ruslan AG
Editor: Bambang CE

Advertisements

Tinggalkan Balasan