DPRD Batola Bantah Tudingan Tolak Rapid Test

  • Whatsapp
Saleh selaku Ketua DPRD Batola saat ditemui kalselpos.com diruang kerjanya. (mul)

Marabahan, kalselpos.com– Saleh Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) membantah terkait tudingan berbagai pihak, bahwa DPRD Batola menolak untuk di rapid test dan tes swab Covid-19.

Saleh mengakui, sebelumnya anggotanya ada yang terpapar Virus Corona atau Covid-19, tetapi dia sudah lama tidak akan masuk kantor, jadi tidak ada alasan untuk lockdown kantor DPRD Batola.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Selain itu, terkait pemberitahuan juga dia tidak mengetahui terkait nama anggota yang terpapar Covid-19 tersebut, karena nama harus dirahasiakan. Menurutnya anggotanya yang terpapar tersebut di tracking tersendiri saat dia tugas luar.

“Kami tidak pernah ada melontarkan kata penolakan untuk di rapid test, test swab sekalipun kami bersedia,” ungkapnya sembari mengatakan penawaran secara resmi pun juga tidak ada dari Satgas Covid-19 untuk tracking di DPRD dari tim satgas Covid-19 malah disebut menolak.

Sebagai bukti nyata dia berinisiatif untuk melakukan rapid test massal kepada seluruh anggota DPRD Batola pada Senin tanggal 31/8 kemarin.

Dia mengungkapkan, rapid test Ini dilakukan untuk memastikan anggota DPRD Batola memastikan reaktif dan non reaktif, tetapi reaktif bukan berarti positif Covid-19.

Secara individu, dirinya pribadi dan anggotanya juga sudah sering melakukan rapid test.

“Setelah rapid test ini, kami dalam waktu dekat ini akan melaksanakan tes swab lagi kepada seluruh anggota DPRD Batola, sehingga tidak ada lagi tudingan berbagai pihak bahwa DPRD Batola tolak untuk di rapid test dan swab,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan