Komisi III Usulkan Tambah Kuota Gas Melon

  • Whatsapp
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani ketika dikonfirmasi kalselpos.com. (dik)

Banjarmasin, kalselpos.com – Tabung gas elpiji 3 kilogram langka dipasaran. Meski ada, harganya sudah diatas harga seharusnya, yakni Rp 17.500/ tabung.

Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat kecil, khususnya mereka berpenghasilan rendah termasuk para pelaku usaha UMKM.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Sales Area Manager Pertamina Kalselteng, Drestanto mengatakan untuk menanggulanginya kabupaten/kota di Kalsel harus mampu menyelenggarakan distribusi tertutup dengan memaksimalkan kartu kendali agar pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran.

“Dengan menggunakan kartu kendali bisa mengakomodir penyaluran gas bersubsidi ini lebih tepat sasaran,” ujar Drestanto saat dikonfirmasi kalselpos.com, (01/09) kemarin.

Disampaikannya, penggunaan kartu kendali dapat secara langsung menyasar ke masyarakat yang benar-benar layak untuk menerima tabung gas bersubsidi tersebut, dikategorikan miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Masyarakat miskin, UMKM yang layak, otomatis mendapatkan gas elpiji 3 kg ini, sehingga tidak lari kepada hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Ia menyarakan harus segera dilakukan upaya konkrit untuk meminimalisir terjadinya kenaikan tabung gas bersubsidi, sehingga masyarakat dapat menikmati.

Adapun masyarakat miskin maupun UMKM yang merasa pantas untuk mendapatkan kartu kendali pembelian tabung gas Elpiji 3 kg tersebut, agar bisa melaporkan dirinya kepada Dinas Sosial.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Sahrujani mengingatkan kepada seluruh pihak harus saling mengedukasi dan timbul kesadaran tinggi bagi mereka berpenghasilan diatas Rp 1,5 juta tidak menggunakan tabung gas bersubsidi ini, karena gas melon 3 kg yang digelontorkan pemerintah hanya untuk rakyat miskin dan UMKM saja.

“Penghasilan diatas Rp 1,5 juta/bulan mohon kiranya jangan menggunakan elpiji 3 kg, agar masyarakat miskin dapat memanfaatkannya,” pintanya.

Hal ini pihaknya akan mengusulkan penambahan kuota tabung gas bersubsidi kepada masyarakat miskin di wilayah Kalsel. Mengingat terdapat wilayah lain yang mampu menambah penyediaan gas Elpiji.

“Pihak Pertamina akan melakukan sosialisasi terkait siapa saja yang berhak dan tidak, sehingga masalah ini cepat teratasi,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik
Editor : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan