KNPL bersama SBI Kelola Ekowisata Mangrove Rambai

  • Whatsapp
Kelompok Nelayan Muara Canoco bersama SBI saat melakukan kelola Ekowisata Mangrove Rambai di Pulau Curiak (ist)

Marabahan, kalselpos.com – Keinginan Kelompok Nelayan Peduli Lingkungan ( KNPL ) Muara Conoco, Kabupaten Barito Kuala mengelola kawasan mangrove rambai di wilayahnya.

Mereka membuktikan dengan menjaga dan merawat kawasan hutan mangrove yang banyak ditumbuhi pohon rambai.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Menurutnya selama ini hutan mangrove rambai yang tersisa sekarang telah banyak memberikan berkah bagi kehidupan mereka sebagai nelayan sungai Barito.

Arbaini selaku ketua kelompok nelayan peduli lingkungan muara Canoco mengatakan hutan mangrove rambai yang tersisa ini adalah wadah ikan dan udang berkembang biak, sehingga memberikan hasil tangkapan ikan dan udang yang cukup melimpah bagi kami setiap tahunnya.

Karena dia melihat potensi wisata mangrove di wilayahnya. maka ia menghubungi Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ) yang mengelola konservasi bekantan di pulau Curiak, agar bersedia membina mereka dalam menjaga lingkungan serta mengembangkan wisata mangrove untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

SBI menerima keinginan dari kelompok nelayan tersebut. Untuk itulah diadakan beberapa kali pertemuan dan kegiatan bersama, terutama dalam menjaga lingkungan dan pelestarian alam. Mengingat kawasan mangrove di sekitar wilayah tersebut, banyak terdapat keragaman hayati, baik flora maupun fauna yang keberadaannya terancam alih fungsi.

Bersama Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung SBI, sudah beberapa kali diadakan kegiatan pembersihan sampah disungai serta penanaman rambai.

“Kami sangat mengapresiasi teman-teman dari KNPL Muara Conoco yang selalu ikut terjun langsung dalam giat lingkungan, seperti pembersihan sampah dan penanaman pohon rambai “, jelas Amalia Rezeki founder SBI.

KNPL mempunyai inisiatif berkontribusi menjaga hutan mangrove dengan menjadikan kawasan hutan mangrove sebagai tempat ekowisata.

Berawal dari keprihatinan melihat kekayaan alam yang banyak beralih fungsi dan belum dikembangkan, maka muncul ide dari KNPL Muara Conoco. Mereka ingin memanfaatkan lahan hutan mangrove rambai dengan mencoba mengembangkan budidaya udang galah sebagai andalannya.

Selain itu, ingin mengembangkan wisata kuliner hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan pertimbangan itu, akan dimulai beberapa percobaan dalam pembudidayaan udang galah. Sampai akhirnya ditemukan sistem yang tidak merusak habitat dan ekosistem hutan mangrove. Contohnya sistem Keramba Udang Galah. Jadi udang hasil tangkapan yang ukuran kecil akan dibesarkan dalam keramba apung.

Keuletan serta keseriusan KNPL Muara Conoco ini bisa diapresiasi. Sebab ditengah aktivitas nelayan yang identik mencari ikan di sungai, mereka berhasil beradaptasi dengan lingkungan yang ada dengan menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan ekowisata.

Tujuannya untuk ikut memberi sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. KNPL Muara Conoco bersama SBI ini berhasil melibatkan masyarakat sekitar untuk tetap menjaga hutan mangrove rambai melalui usaha kuliner ekowisata mangrove dan pengembangan pasar terapung ikan

Mereka berbenah dan menata, serta meningkatkan kompetensi diri dan berupaya selalu untuk menumbuhkan cinta akan lingkungan terhadap hutan mangrove rambai.

alselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahim
Editor : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan