H Tajeri Ingatkan, Pandemi Covid-19 Jangan jadi Alat untuk Menakut-nakuti Masyarakat

  • Whatsapp
Anggota DPRD Barito Utara (Barut) Dr H Tajeri SE, MM, SH, MH.(ist)

Muara Teweh,kalselpos.com – Anggota DPRD Barito Utara (Barut) Dr H Tajeri SE, MM, SH, MH mengharapkan agar pandemi Covid-19 jangan sampai menjadi alat untuk menakut-nakuti masyarakat.

Hal ini di ungkapkannya pada rapat dengar pendapat alias hearing antara DPRD dengan seniman elektone tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Cabang Barito Utara, Senin (31/8).

Advertisements

Bacaan Lainnya

Menurut Tajeri, berdasarkan apa yang di sampaikan Luhut Binsar Penjaitan bahwa Covid-19 ini jangan dijadikan sebagai alat atau sejenis menakut – nakuti. Justru dengan adanya Covid-19 ini aktivitas di sana tetap berjalan dan Untuk 1 September ini saja, Jakarta dan daerah – daerah lain seperti gedung bioskop sudah di buka kembeli seperti biasa.

“Untuk itu dari pihak entertain Barito Utara dalam hal ini siap mengikuti aturan yang di keluarkan dari gugus tugas,” ujar Tajeri, Rabu (2/9).

Sebelumnya, RDP antara DPRD dengan seniman elektone tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Cabang Barito Utara, meninggalkan kekecewaan bagi anggota dewan setempat. 

Pasalnya RDP tersebut sangat penting, karena membicarakan kegiatan ekonomi masyarakat, ternasuk anggota PAMMI di era adaptasi kebiasaan baru. Tetapi Satuan Tugas Covid-19 yang menjadi elemen vital, tak seorang pun bisa hadir dalam RDP tersebut.

“Kita sangat menyayangkan, karena DPRD seolah-olah tidak dianggap. Padahal surat undangan sudah sekitar sebulan lalu dilayangkan. Tidak dihargai. Kita duduk di sini sebagai wakil rakyat yang diberi amanah oleh rakyat,” ujar Tajeri.

Politikus Gerindra ini meminta pandemi Covid-19 jangan sampai menjadi alat untuk menakut-nakuti masyarakat. ”Biar semua bisa berjalan baik. PAMMI sudah menyatakan kesiapan mengikuti aturan. Di Kalsel tetap berjalan seperti biasa. Kita harus berpikir dampak tidak adanya kegiatan seniman elektone, dapur mereka tak bisa mengepul,” lanjutnya lagi. 

Para seniman elektone datang ke DPRD Barito Utara menceritakan kesulitan yang mereka alami, karena tak bisa mengisi acara di pesta perkawinan, hajatan, maupun even musik lainnya.

“Sekitar enam bulan organ tunggal atau elektone tak bisa dilaksanakan, karena Covid-19. Kami minta supaya kegiatan bisa berjalan lagi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucap seorang pengurus PAMMI Rafi’i Hamdi.

Pimpinan RDP Parmana Setiawan menegaskan, DPRD hanya memediasi dan meneruskan aspirasi PAMMI kepada Pemkab Barito Utara, bukan dalam kapasitas melarang atau mengizinkan kegiatan organ tunggal. 

“Kita sambung RDP hari Kamis nanti dengan mengundang semua pihak terkait, terutama Satgas Covid-19 dan aparat keamanan,” ujar Parmana.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis:asli
Editor:wandi

Advertisements

Tinggalkan Balasan