PKK dan Kader Posyandu di Diklat Menu Sehat Balita

  • Whatsapp
1). Para PKK dan kader Posyandu Batola saat diberikan pelatihan di Dermaga Pelabuhan Kecamatan Bakumpai. (ist)

Marabahan, kalselpos.com – TP-PKK Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar pelatihan menu sehat bergizi, yakni Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) anak bawah lima tahun (Balita).

Tujuan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Batola digelarnya pelatihan, agar masyarakat memahami kegiatan konvergensi pencegahan stunting, sehingga dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bisa diaplikasikan anggota keluarga dan masyarakat, terutama dalam kegiatan posyandu.

Advertisements

Bacaan Lainnya

 

Menariknya gebrakan yang patut mendapat acungan jempol itu gelar pelatihan yang dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Kecamatan Bakumpai dengan melibatkan unsur PKK dan kader posyandu di 7 desa, Kecamatan Bakumpai, yakni Balukung, Palingkau, Banitan, Sungai Lirik, Batik, Banua Anyar, dan Bahalayung.

2). Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor saat memberikan edukasi kepada kaum ibu. (ist)

Acara yang dibuka Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor pada tanggal 27/8/20 itu, selain melibatkan sejumlah narasumber berpengalaman juga melibatkan chef terkemuka Agus Gazali Rahman atau yang dikenal Agus Sasirangan.

Lelaki yang juga sering disebut Agus Master Chef itu memberikan materi pelatihan mulai sesi memilih bahan makanan yang bergizi, sesi memasak bahan makanan, menyajikan, hingga menyimpan.

Sedangkan metode pelatihan berupa ceramah, tanya jawab, diskusi, hingga simulasi atau praktek.

Agus menyampaikan, dalam memilih bahan makanan hendaknya tidak sekedar mengenyangkan, tetapi mencakup 4 bintang, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor menerangkan, dilaksanakan kegiatan dalam rangka memberikan wawasan dan pemahamanan sekaligus keterampilan kepada masyarakat, khususnya kader PKK dan posyandu dalam membuat menu makanan yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya stunting kepada anak, bahkan sejak usia kandungan.

Istri Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor itu mengatakan, penting memberikan edukasi kepada kaum ibu, sehingga anaknya bisa tumbuh sehat dan cerdas.

Mengingat stunting tidak bisa diobati, namun hanya bisa dicegah melalui asupan gizi dan protein yang cukup kepada ibu hamil dan ibu balita.

“Tidak semua orang pendek stunting, namun bisa saja akibat faktor gen dari orang tua,” pungkasnya. (mul)

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan