Dua Desa di Batola Disiapkan Maju ke Proklim Utama

  • Whatsapp
Tim dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Kalimantan telah melakukan verifikasi. (Fauzi/Dayah)

Marabahan, kalselpos.com– Sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta memitigasi dampak buruk perubahan iklim di wilayah Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, Provinsi Kalimantan Selatan terus menggenjot pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Wilayah Kalimantan Selatan.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Seperti di Desa Karang Bunga dan Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan ini, kedua desa ini di verifikasi langsung oleh Tim Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan, sebagai syarat maju ke tingkat Proklim Utama.

Masyarakat Desa Karang Bunga dan Desa Karang Indah yang mayoritas bertani dan berkebun ini, juga dibina untuk mandiri mengelola berbagai kegiatan usaha untuk menunjang ketahanan pangan terlebih di masa pandemi.

Dua desa yang mengandalkan tanaman jeruk jenis Siam Banjar dan padi serta peternakan sapi ini, dinilai mampu sebagai penyedia ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kepala Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Surino mengatakan, komoditi jeruk merupakan sektor andalan pendapatan masyarakat desainnya. Saat ini kendala yang dihadapi masyarakatnya adalah infrastruktur yaitu akses jalan yang masih kurang memadai.

“Kendala yang saat ini dihadapi para petani adalah akses jalan dan jembatan yang kurang memadai untuk dilewati, kedua hal itu merupakan jalur perekonomian desa kami,” ungkap Surino kepada kalselpos.com, Kamis (27/8/2020).

Ia berharap adanya perhatian dari pihak pemerintah agar masyarakatnya tak kesulitan lagi.

Kepala Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala, Pardi menambahkan, desa yang dihuni 1.254 jiwa dan 80 persen penduduknya adalah petani ini, sekarang lebih mengandalkanpl potensi perkebunan buah jeruk.

“Kalau dulu padi berbasis jeruk namun sekarang sudah terbalik jeruk berbasis padi,” imbuhnya.

Menurutnya, Desa Karang Indah ini juga selalu melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap kerusakan alam seperti kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, salah seorang verifikator Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Kalimantan, Abdul Rohim menjelaskan, pada Proklim ini ada tiga hal yang dititik beratkan yaitu aksi mitigasi adaptasi dan kelembagaan.

“Dari tiga aspek tersebut semuanya penting, namun yang lebih penting lagi adalah kelmbagaannya, sehingga keberlangsungan Proklim tersebut terus berkesinambungan dimasyarakat,” jelas Rohim.

ia menerangkan, Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Selain itu program ini juga memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan ditingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Zakiri

Advertisements

Tinggalkan Balasan