Tidak Sinkronnya PPh, Membuat Gaji ke-13 Nakes Tertunda

  • Whatsapp
Gaji ke-13 nakes Banjarmasin baru dicairkan hari ini akibat ketidak sinkronan jumlah anggaran PPh (ilustrasi/dok)

Banjarmasin, kalselpos.com– Gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak beberapa hari lalu sudah dicairkan, namun dari 40 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terdapat 1 Dinas yang belum cair, yakni dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.

Kepala Badan Keuangan (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil mengungkapkan, tak bisa dicairkannya gaji ke-13 para ASN dari tenaga kesehatan tersebut lantaran adanya kekurangan dalam penyusunan anggaran untuk Pajak Penghasilan (PPh).

Bacaan Lainnya

“Ya hanya tersisa Dinkes. Terkait keterlambatan ini detailnya saya kurang tau apa penyebabnya. Tapi dari informasi yang saya terima, untuk PPh-nya, mereka kurang menganggarkan,” ungkapnya pada awak media melalui sambungan telepon, Rabu (26/08/2020).

Menurutnya, keterlambatan pencairan gaji ke -13 nakes ini menyusul adanya keterlambatan dari Dinkes terkait penyusunan anggaran.

Sehingga terjadi ketidaksingkronan antara anggaran yang disediakan dengan uang yang bakal dibayarkan untuk gaji pegawai.

Ia menjelaskan, untuk pencairan tersebut harus ada tahapan yang harus dilakukan. Salah satunya Dinkes harus mengajukan pergeseran anggaran ke Bakeuda terlebih dahulu.

“Ini berkasnya baru masuk dari Dinkes ke kami. Dan Kami sudah lakukan pergeseran,” ujarnya.

Pria dengan sapaan Subhan itu menyebut, jumlah kekurangan pajak dalam anggaran gaji ke-13 Dinkes tersebut hanya sebesar Rp 34 juta. Jika semua proses sudah selesai, Subhan menjamin gaji itu bakal segera langsung dibayarkan.

“Sebenarnya tidak ada masalah di bagian keuangan. Kalau berkas yang masuk ke kami lengkap, dalam 1×24 cari ke rekening masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan, bahwasa saat ini semua proses sudah selesai dan tinggal dicairkan.

“Sudah itu, sudah diproses. Tinggal masuk ke rekening saja. Di proses di Bakeuda,” tukasnya.

Untuk diketahui, dari seluruh SKPD di Banjarmasin, pegawai paling banyak berasal dari Dinkes, yang saat ini sudah dalam tahap proses pencairan gaji ke-13 oleh Bakeuda.

Selain itu, Machli mengaku bahwa usulan pencarian itu sebenarnya sudah lama disampaikan ke Bakeuda. Hanya saja dikarenakan jumlah pegawai sekitar 1.000 orang sehingga menjadi terlambat.

“Yang kedua prosesnya kan di Bakeuda, kami pun sudah lama mengusulkan. Dan itu sudah dicairkan hari ini, jadi tidak ada masalah,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.