Lindungi Objek Vital, DLH Kalsel Lakukan Pembasahan Lahan Gambut

  • Whatsapp
Aktivitas Pembasahan dilahan gambut oleh DLH dan BRG Kalsel. (Ahmad Fauzie)

Banjarbaru, kalselpos.com – Guna mencegah serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) telah melakukan pembasahan pada lahan gambut sejak Juli 2020 lalu.

Hanifah Dwi Nirwana/Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan (Ahmad Fauzie)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan,Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, saat ini yang menjadi titik fokus pembasahan berada di dua lokasi yang dianggap rawan terhadap kebakaran.

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Kedua lokasi itu merupakan tempat yang berdekatan dengan objek vital serta pernah menjadi lokasi kebakaran lahan terparah pada tahun lalu,” ucapnya saat ditemui kalselpos.com di salah satu lokasi pembasahan, Selasa (25/08/2020).

Ia menjelaskan, dua titik lokasi yang dianggap rawan dan berpotensi kebakaran dilahan gambut itu berada di kawasan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor dan
Guntung Damar, Kelurahan Guntung Payung, Kota Banjarbaru.

“Tujuan kita melakukan pembasahan ini,untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan terlebih untuk melindungi objek vital yang ada disekitar itu,” jelasnya.

Menurutnya, pembasahan pada lahan gambut yang merupakan lokasi rawan terhadap kebakaran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ini merupakan upaya untuk melindungi objek vital,

“Diharapkan dengan pembasahan, lahan gambut di kawasan ini bisa tetap lembab sehingga tidak mudah terbakar,” ujarnya.

Dalm proses pembasahan ini, ia melanjutkan, pihaknya menggunakan peralatan berupa dua unit mesin pompa apung serta selang berdiameter besar. “Saat ini, pembasahan menggunakan dua pompa apung ini dinilai cukup efektif karena satu unitnya dapat menyuplai air 3.100 liter air dalam satu menitnya,” beber Hanifah.

Disamping itu, dalam proses itu, pihaknya melakukan pembasahan di lokasi titik pembasahan secara berkala dan berpindah-pindah setiap 6 jam.

“Ada 500 Hektare lahan di wilayah Tegal Arum yang dinilai cukup rawan kebakaran lahan gambut, oleh karenanya BRG dan Masyarakat peduli gambut secara terus menerus memantau dan melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Zakiri

Advertisements