Diduga Gelapkan Mobil, 2 Oknum ASN Batola Ditahan Polisi

Dua buah mobil diduga digelapkan oknum ASN Batola. (him)

Marabahan, kalselpos.com – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Barito Kuala ditahan Polres Barito Kuala dengan dugaan penggelapan mobil rental.

Oknum ASN itu berinisial HN (50) dan H (45), keduanya beralamat di Marabahan, mereka ditahan per 20 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya kedua ASN yang bertugas di salah satu kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Batola ini menyerahkan diri ke Mapolres Batola, Rabu (19/8).

Mereka ditahan atas laporan pemilik rental H Syahruni (60), setelah tak kunjung mengembalikan dua mobil Toyota Avanza DA 1336 MB dan DA 1537 TMA sejak pertengahan Juli 2020.

Kemudian selama kurang lebih sepekan sebelum dilaporkan, nomor telepon pelaku tidak bisa lagi dihubungi.

“Kedua pelaku menyerahkan diri, karena mengetahui telah dilaporkan ke polisi oleh pemilik rental,” papar Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, melalui Kasat Reskrim AKP Debi Triyani Murdiyambroto, Selasa (25/8).

Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku resmi ditahan. berdasarkan hasil pemeriksaan, mobil yang mereka sewa dari korban digadaikan kepada pihak lain.

Selain menahan kedua pelaku, barang bukti berupa dua unit Toyota Avanza yang sempat digadaikan, juga sudah diamankan Polres Batola.

“Kedua pelaku disangkakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun,” ungakap Debi.

Kendati kedua pelaku sudah diamankan, pihaknya masih melakukan proses penyidikan.

Selalu terdapat risiko dalam setiap usaha, termasuk rental mobil yang digeluti H Syahruni dalam satu dekade terakhir.

Warga Jalan AES Nasution Marabahan itu terpaksa melaporkan HN dan H ke Polres Batola, lantaran tidak kunjung mengembalikan dua unit mobil yang disewa.

Setelah kedua pelaku menyerahkan diri dan ditahan polisi sejak 20 Agustus 2020, diketahui bahwa mobil milik Syahruni telah digadaikan.

Ironisnya korban sudah kenal lama dengan HN, terutama karena pria yang berstatus ASN tersebut kerap menyewa mobil Syahruni sejak Maret 2020

“Saya mudah saja percaya, karena HN masih berstatus ASN. Awalnya HN menginginkan sewa mobil selama sebulan. Namun saya menolak, karena sewa cukup per minggu dan bayar di awal,” jelas Syahruni, Selasa (25/8)

Semuanya berjalan baik pembayaran sewa maupun pengembalian mobil. Lantas menginjak Juni 2020, pembayaran mulai menunggak beberapa hari, kendati mobil tetap dikembalikan.

Kemudian awal Juli, HN berkilah menyewakan satu unit mobil lagi untuk tetangga yang kemudian diketahui berinisial H. HN sendiri yang mengambil mobil tersebut.

“Awalnya pembayaran lancar sesuai perjanjian. Namun di kemudian hari, pembayaran juga mulai menunggak. Untungnya mobil saya dikembalikan setiap minggu,” beber Syahruni.

Memasuki pertengahan Juli, Syahruni mulai curiga karena tagihan semakin banyak dan mobil tidak kembali.

Di sisi lain, HN dan H menjanjikan mobil yang disewa aman, “Mereka sempat mentransfer uang sewa sekitar Rp4 juta. Namun itu belum sepenuhnya melunasi uang sewa,” tambah Syahruni.

Walaupun dua mobil belum dikembalikan dengan alasan masih dipakai, HN menyewa lagi satu unit Daihatsu Terios lagi dari Syahruni dengan alasan mengambil uang pembayaran sewa di Banjarmasin.

“Terios itu tanpa STNK lantaran ditilang Polresta Banjarmasin, setelah dipakai penyewa lain. Namun HN bersikeras meminjam dengan alasan mengambil uang,” kenang Syahruni.

Berselang dua hari, dua Toyota Avanza dan satu Terios itu tak juga dipulangkan. HN beralasan dikembalikan keesokan hari, karena uang belum didapatkan.

Oleh karena alasan itu berulang-ulang disampaikan selama dua hari, Syahruni sempat mengancam untuk melapor ke polisi. Namun H N tetap bersikukuh ketiga unit mobil tersebut segera dikembalikan.

Namun saya juga curiga, karena telepon mereka tak aktif lagi,” beber Syahruni.

Selain Daihatsu Terios yang masih dalam pencarian polisi, HN dan H menunggak biaya sewa sebesar Rp 19,2 juta.

Syahruni sendiri cukup sabar menyikapi situasi. Terlebih ini bukan kejadian pertama yang dialami pensiunan ASN tersebut.

“Pertama kali membuka rental, satu unit Toyota Avanza milik saya dibawa lari orang dan sampai sekarang belum diketahui,” cetus Syahruni.

Beberapa tahun kemudian, Syahruni mengalami situasi serupa. Mobil tak pernah dikembalikan selama dua minggu dan si penyewa tak memberi kabar. Untungnya pelacak GPS yang dipasang di mobil itu masih aktif.

“Saya pun melapor ke polisi yang akhirnya berhasil mendapatkan mobil itu di Desa Karang Bintang, Tanah Bumbu. Kondisinya masih bagus, tapi nomor polisi di bagian depan hilang dan di belakang sudah diganti,” pungkasnya

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahim
Redaktur : Muliadi