Samakan Tatib dengan Al Qur’an, Massa Minta Sukhrowardi Hadir dan Minta Maaf

  • Whatsapp
Aksi damai LSM PEKAT IB di DPRD Kota Banjarmasin (Fauzie)

Banjarmasin, kalselpos.com – Puluhan massa yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Kota Banjarmasin melakukan aksi damai dan meminta Sukrowardi hadir dan meminta maaf secara terbuka atas sikapnya yang menyamakan Tata Tertib (Tatib) dewan dengan Al Qur’an.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara long march atau berjalan kaki dari depan kantor Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menuju gedung DPRD Kota Banjarmasin pada pukul 09.00 WITA.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Dalam penyampaian aspirasi ini, LSM PEKAT IB menuntut anggota dewan yang bersangkutan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf dihadapan publik secara terbuka.

Dengan membawa spanduk dan bendera puluhan massa disambut oleh Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Muhammad Yamin yang menghadapi pun terus-terusan mencoba menghubungi Sukhrowardi yang dalam dua jam kemudian akhirnya bersedia untuk hadir menghadapi massa.

Di ruang sidang paripurna DPRD Banjarmasin disaksikan para tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya serta Kapolresta Banjarmasin dan beberapa elemen masyarakat lainnya, politisi partai yang berlambangkan pohon beringin itu menyatakan permintaan maaf atas kekhilafannya.

Hal ini pun disambut baik anggota LSM PEKAT IB dan beberapa tokoh agama. Seraya menerima, Habib Hud Al-Kaff juga meminta Ketua Fraksi Golkar dan Ketua Komisi III ini mengucapkan istighfar.

“Sejak kemaren saya sudah menyatakan maaf dan hari ini saya pun kembali meminta maaf, tak ada maksud diri saya untuk menyamakan AlQuran dan Tatib,sekali lagi saya mohonkan maaf,” ucap H.Sukhrowardi.

Pria dengan sapaan Sukhro itu menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang tidak disengaja. Ia sendiri berharap adanya komunikasi yang terjalin antara wakil rakyat dengan para ulama, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

“Semoga apa yang kita cita-citakan yaitu Kota Banjarmasin yang kondusif bisa tercapai. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada perwakilan massa, karena jangan sampai terjadi perbedaan persepsi, padahal saya tidak bermaksud seperti itu,” ungkap Sukhro.

Ia beralasan, hanya ingin menegakkan aturan-aturan yang disampaikan di Dewan. Sehingga, tidak ada maksud darinya untuk menyamakan antara Al-Quran dengan tata tertib dewan.

“Saya ucapkan terimakasih atas peringatan dan koreksi yang disampaikan, agar kita sama-sama saling tabayyun,” imbuhya.

Usai mediasi, Ketua PEKAT IB Kota Banjarmasin, Suriansyah menegaskan, tidak ada maksud dari Sukhro untuk menyamakan antara kitab suci ummat muslim itu dengan tata tertib dewan. Hanya saja diakuinya, bahwa Sukhro keceplosan dalam mengucap perkataan tersebut, hingga memantik protes dari massa dan ulama.

“Ternyata, maksud beliau bukan seperti itu. Cuma keceplosan, ternyata maksud beliau tata tertib DPRD untuk berpedoman kepada Al-Quran,” ujar Suriansyah.

Menurutnya, manusia ini tempatnya salah dan khilaf, agama Islam adalah agama yang damai rahmatan Lil alamin.

“Nabi kita mengajarkan untuk saling memaafkan, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan tentu semua ini ada hikmahnya,” pungkas Suriansyah.

Untuk diketahui, aksi damai tersebut merupakan buntut persoalan ucapan Sukhrowardi yang menyamakan Tatib dengan Al-Qur’an saat sidang paripurna berlangsung di Gedung DPRD Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Kalimat yang dikeluarkan itu ternyata memantik berbagai respon kecaman dari masyarakat, termasuk LSM Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Kota Banjarmasin.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Zakiri

Advertisements

Tinggalkan Balasan