Perjuangan pekerja seni menyambung hidup di masa pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Johan MC salah satu pekerja seni di Kota Banjarmasin untuk menyambung hidup di masa pandemi Covid-19 membuka warung minum di depan rumahnya .(Anas Aliando)

Banjarmasin,kalselpos.com – “Kengerian yang mencekam, melanda segenap alam
Kala makhluk itu datang menyerang dan mematikan
Dia tak terlihat mata, tak bisa diraba
Namun sangat mengerikan, seluruh manusia
Hampir disegenap negeri, mereka menutup diri
Isolasi, bersembunyi, ketakutan tak terperi
Hanyalah padaMu, Tuhan, kami mohon perlindungan
Dari ancaman bahaya virus yang makin mewabah
Berilah inayah untuk menghentikan
Mata dunia terbuka, betapa lemah manusia
Walaupun sudah digdaya, ternyata rapuh adanya
Hanyalah dengan mikroba bernama Corona
Sungguh telah menghancurkan sendi kehidupan
Ikhtiar dan juga doa mari kita upayakan
Agar dunia terbebas darinya, virus Corona.”

Syair lagu berjudul Virus Corona ciptaan Raja Dangdut Rhoma Irama itu menyeruak nyaring dari sudut Gang Mutiara,  Jalan Bali Kota Banjarmasin dinyanyikan seniman musik melayu dangdut Kota Seribu Sungai, Hery Boy, Jumat (21/8/2020) sore.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Sore itu, puluhan seniman musik dangdut, pemain musik dan pembawa acara atau MC berkumpul di markas Hasna Elektone, pimpinan Johan MC, yang merupakan salah satu MC senior di Banjarmasin.

“Kami kumpul disini selain untuk syukuran HUT RI ke-75 dan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, juga bersilaturahmi dengan teman-teman sesama pekerja seni musik dan MC,” ujar Johan kepada kalselpos.com.

Mewakili teman-temannya, pria murah senyum dan ramah itupun bertutur, selama masa pandemi Covid-19 ini, pendapatan mereka baik sebagai penyanyi, pemain musik dan MC nyaris tidak ada lagi.
Kegetiran itu dirasakan sampai saat ini. “Karena masyarakat masih belum berani mengadakan hiburan musik dangdut misalnya di acara perkawinan, pandemi Covid-19 belum melandai,” bebernya.

Perjuangan untuk bisa menyambung hidup, Johan pun harus memutar otak. Dengan semangat yang tak kunjung padam, dia pun mendapatkan jalan keluar. “Sudah beberapa bulan ini saya buka warung makan dan minum di depan rumah. Alhamdulillah sudah banyak yang mampir ke warung terutama teman-teman sesama pekerja seni,” imbuhnya.

Segendang sepenabuh, ungkapan bernada sama juga membuncah dari mulut Hary, juga berprofesi sebagai MC di acara hajatan pesta perkawinan.

“Kita harapkan pemerintah bisa melonggarkan peraturan. Kasian nasib kami sudah lebih dari lima bulan ini menganggur sebagai MC,” ujarnya lirih.

Untuk bisa dapur rumahnya mengepul, Hary mengaku bekerja serabutan. “Apapun saya kerjakan asal halal. Mau apa lagi, situasi lagi sulit,” ungkapnya.

Ida, salah satu penyanyi dangdut yang biasa tampil dalam acara pesta perkawinan mengiringi musik organ tunggal kepada kalselpos.com bertutur, selama pandemi Covid-19 ini, dirinya berjualan kue secara online.

“Sudah empat bulan ini saya bikin kue di rumah dibantu saudara dan beberapa teman. Alhamdulillah lumayan ramai. Dengan cara inilah saya bisa bertahan hidup,” ujarnya sambil menyeka keringat di dahinya.

“Aku mengerti ini sanksi seorang penyanyi, apapun yang terjadi, apapun yang terjadi aku harus menyanyi…”

Lagu berjudul Derita Dibalik Tawa, karya Rhoma Irama dibawakan apik oleh Ancah Rizki, vokalis sekaligus MC kawakan dari Kota Banjarmasin mengiringi perjalanan mentari yang mau tenggelam di telan Sungai Barito…

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Advertisements

Tinggalkan Balasan