Lahir Tanpa Anus, Bayi di HST Butuh Uluran Tangan

  • Whatsapp
Bayi berusia 2 bulan di Desa Desa Maringgit, Kecamatan Ilung, Hulu Sungai Tengah (HST) membutuhkan bantuan untuk biaya operasi pembuatan lubang anus di tubuhnya. (Ist)

Banjarmasin,kalselpos.com – Sabrina Putri, bayi berusia 2 bulan sangat memerlukan uluran tangan dari masyarakat untuk bisa keluar dari kelainan tubuh yang ia alami sejak lahir.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Buah hati dari pasangan Habibi (30) dan Nisa (25) ini mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir.

“Kata dokter, Sabrina mengalami kelainan tidak memiliki anus sejak lahir. Ketahuannya sejak orang tua memandikan umur 2 hari,” ucap salah satu anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalsel, Muhammad Hidayatullah pada awak media, Jumat (21/08/2020).

Dayat panggilan akrabnya memantau kondisi Sabrina sejak berumur 1 bulan di tempat tinggalnya, yaitu Desa Maringgit, Kecamatan Ilung, Hulu Sungai Tengah (HST).

Tempat tinggal Sabrina lumayan terpencil. Etimasi waktu tempuh sekitar 30 menit dari Kota Barabai, HST.

Ketika bertemu, Dayat menceritakan bahwa keadaan Sabrina sangat memperihatikan. Tak seperti bayi pada umumnya, Sabrina selalu menangis, karena terdapat perbedaan pada tubuhnya, yakni di sekitar anus.

Bahlan, ia melanjutkan, untuk buang air besar, Sabrina terpaksa melalui lubang yang dibuat di perut sebelah kiri dan ditampung dengan kantong berbahan plastik.

Jika sudah penuh dengan kotoran, kantong di perut depan sebelah kiri bayi itu selalu diganti.

“Pergantian kantong tergantung Sabrina buang air besar berapa kali dalam sehari,” ucap warga HST ini.

Dari pengakuan orang tua, Dayat menerangkan Sabrina sempat mendapatkan penanganan awal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin. Namun keadaan yang terlalu parah, memaksa Sabrina dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga.

Menurutnya, arahan ini keluar karena hanya disanalah mempunyai doktor spesialis untuk menangani penyakit Sabrina. “Biaya penanganan ini mendapatkan bantuan dari uang pribadi Camat setempat,” pungkasnya.

Bantuan tersebut, lanjutnya, diberikan karena kedua orang tua Sabrina termasuk dalam daftar warganya dengan kategori menengah kebawah.

“Sang ayah berprofesi sebagai buruh pabrik. Sedangkan istrinya cuma ibu rumah tangga,” ujarnya.

Bahkan tidak hanya Sabrina yang ditanggung pasangan suami istri itu. Terdapat satu anak berstatus siswa Sekolah Dasar (SD) kelas III lagi yang tidak lain adalah saudara Sabrina.

Dengan begitu, tidak memungkinkan keluarga Sabrina menanggung semua pengobatan biaya operasi.

Menurut informasi yang ia dapatkan, biasanya keperluan operasi kelainan saluran pembuangan yang dialami Sabrina membutuhkan sekitar Rp 60 juta. Itu pun harus menunggu usia Sabrina mencapai 6 bulan terlebih dahulu untuk bisa melakukan operasi

“Orang tuanya maunya dioperasi. Mereka rencananya mengadaikan rumah miliknya yang penting anaknya normal kembali,” harapnya.

Merespon itu, Ketua Komunitas Kalsel Peduli, Suharyanto ingin merangkul para dermawan hingga donator supaya membantu biaya pengobatan hingga operasi Sabrina.

Hingga Jumat (21/8), dana yang terhimpun sekitar Rp 15 juta.

“Alhamdulillah mereka tergerak hatinya untuk meringankan beban adik kita Sabrina,” imbuhnya.

Pria dengan sapaan Yanto itu kembali menghimbau seluruh lapisan masyarakat, pengusaha dan Pemerintah agar bisa bersinergi untuk membantu Sabrina supaya mendapatkan saluran pembuangan sebagaimana mestinya.

“Titipan donasi bisa langsung mendatangi kantor ACT Kalsel yang berada di kawasan Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur,” pungkas lelaki bertubuh Tegap itu.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri

Advertisements

Tinggalkan Balasan