Ini Saran Komisi IV DPRD Kalsel Perbaiki PAD 2021

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Lutfi Saifuddin.

Banjarmasin, kalselpos.com – Hasil evaluasi pembahasan KUA- PPAS Tahun Anggaran (TA) 2021 sudah digelar mulai kemarin malam, dengan kondisi pendapatan yang menurun akibat dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

Dari kondisi tersebut anggota Komisi IV termasuk dalam Badan anggaran (Banggar) menyampaikan beberapa usulan sekaligus masukan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021, diantaranya peningkatan pelayanan uji sampel pengiriman minyak sawit, percepatan pembangunan fasilitas pelayanan terpadu cardiovascular (jantung) dan efisiensi belanja dan skala prioritas anggaran.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui bahwa saat ini untuk laboratorium uji sampling CPO harus dikirim ke Sumatra Utara atau Jambi, sehingga selain memakan waktu dan biaya yg tinggi, kita juga kehilangan potensi pendapatan.

“Padahal kemampuan SDM maupun peralatan di Laboratorium kesehatan milik Pemprov Kalsel sudah cukup mumpuni,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, Kamis (20/08).

Menurutnya, sejauh ini dari segi sarana ditunjang dengan penguasaan keilmuan maupun keahlian sudah mumpuni hanya tinggal menambah kelengkapan peralatan sedikit sudah mampu melayani masyarakat.

Kemudian dari sisi dukungan terkait aturan regulasi tentu akan diberikan DPRD Kalsel sepenuhnya dalam rangka menggenjot potensi PAD, termasuk dengan fasilitas pelayan terpadu jantung di RSUD Ulin kini tinggal penyempurnaan karena sudah dipersiapkan 3 tahun terakhir ini

“Kiranya ini harus terus dikawal, sehingga bisa segera beroperasi guna menambah penghasilan RSUD Ulin,” harapnya.

Dikatakan Lutfi, kita sadar bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Kalsel akibat pola makanan masyarakat kita yg lekat dengan bahan pemicu kolesterol, hipertensi yang berapresiasi gagal jantung.

Selama ini masyarakat banyak berobat keluar Kalsel bahkan keluar negeri, artinya kita kembali kehilangan potensi PAD.

Oleh karena itu jika Rumah Sakit (RS) Jantung ini terwujud selain orientasi pendapatan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat memerlukan pelayanan ini,

“Berobat tidak perlu jauh dan tetap dekat dengan keluarganya,” sebut anggota Banggar ini.

Selain dua potensi tersebut, tidak kalah penting adalah efisiensi belanja dan skala prioritas anggaran, hal ini tentu pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih memahami dengan mengutamakan skala prioritas.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik
Editor : Muliadi

Advertisements

Tinggalkan Balasan