Revitalisasi Ekonomi, DLH Kalsel Gelar Pertemuan dengan Masyarakat Gambut

  • Whatsapp
Rapat Kelompok masyarakat yang merupakan Tugas Pembantuan Restorasi Gambut Tahun 2020 di Ballroom Dafam Hotel Q Mall Banjarbaru 14-15 Agustus 2020 (Ahmad Fauzie)

Banjarbaru, kalselpos.com – Bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan keterampilan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Satuan Kerja (Satker) Tugas Pembantuan Restorasi Gambut Kalsel menggelar pertemuan dengan kelompok masyarakat desa yang tinggal di lingkungan lahan gambut, Sabtu (15/08/2020) siang.

Ir.Rempil Sabtanano,MP
Kasi Pemantauan LH/ PPK tugas Pembantuan Restorasi Gambut Kalsel (Sasirangan kuning) (Fauzie)

PPK Tugas Pembantuan Restorasi Gambut Kalsel, Ir.Rempil Sabtanano,MP mengatakan, pertemuan yang digelar di Dafam Q Mall Hotel Banjarbaru itu diseleggarakan untuk memberikan bantuan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat serta pembekalan pengetahuan tentang pola kerjasama tim.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pertemuan dengan kelompok masyarakat ini melakukan diskusi yang intensif dengan tujuan untuk peningkatan Kapasitas Teknis Masyarakat Desa dalam upaya restorasi gambut.

“Tujuan kegiatan ini sebagai Peningkatan kapasitas teknis masyarakat desa, dalam rangka mempersiapkan kelompok masyarakat yang menangani atau mendapatkan kegiatan revitalisasi ekonomi,” ucapnya pada kalselpos.com disela pertemuan.

Kegiatan yang menghadirkan perwakilan kelompok masyarakat dari enam desa ini, melibatkan sebanyak 50 peserta dari desa, kabupaten, provinsi dan pusat.

Enam kelompok masyarakat yang mendapat revitalisasi adalah yang telah menerapkan Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) dan Desa Peduli Gambut.

Menurutnya, kegiatan revitalisasi ekonomi merupakan salah satu dari kegiatan restorasi gambut yang penting dilakukan.

Pada Kegiatan Restorasi Gambut terdapat istilah Tiga R yaitu Rewettting atau pembasahan dengan pembangunan sekat kanal dan sumur bor. Kedua Revegetasi atau penanaman kembali dan Ketiga Revitalisasi Ekonomi masyarakat.

Revitalisasi ekonomi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat memberikan dengan alternatif pekerjaan pada mereka, dengan memberikan pekerjaan.

“Misalnya beternak itik, ini akan diberikan ke kelompok masyarakatnya, lalu mereka mengelola ternak itik, disanalah mereka mengelola usahanya serta pembagian tugasnya,” jelas pria dengan sapaan Rempil itu.

Diharapkan, tambah Rempil, kelompok masyarakat ini memahami dan diuntungkan. “Selain mendapat tambahan penghasilan, Revitalisasi jenis ini juga untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga hutan gambutnya,” sebut Rempil.

Dalam kesempatan itu, Rempil juga berpesan agar Infrastruktur yang sudah dibangun di desa mereka diharapkan agar dapat dijaga dan dipelihara sebaik mungkin.

Sementara Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel, Sayuti Enggok menerangkan, sejak dilaksanakanya restorasi gambut di Bumi lambung mangurat ini, kasus kerusakan gambut dan kebakaran lahan gambut mengalami penurunan.

“Kalau kita lihat dari penanganan kebakaran hutan dan lahan sudah jaluh lebih baik, meski Badan Restorasi Gambut (BRG) bukan garda terdepan dalam penanganan karhutla namun kami lebih pada upaya pencegahan yaitu dengan menjaga lahan-lahan gambut agar tetap basah di musim kemarau,” papar Sayuti.

Pada tahun 2020 akan dilaksanakan kegiatan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat desa di enam Desa pada dua kabupaten yaitu Kabupaten Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Enam desa itu adalah Desa Pal Batu, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dengan budidaya itik petelur yang nama kelompok masyarakatnya adalah Ternak Mandiri.

Desa Tampakang, Kecamatan Paminggir, Kabupaten HSU yang kegiatannya berupa Usaha Kolam Pemancingan dengan nama kelompok Bina bersama.

Desa Banua hanyar, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan,yang membudidayakan cabai merah. Nama kelompok masyarakatnya adalah Harapan Tani. K

emudian Desa kandang Jaya, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan yaitu usaha kolam pemancingan. Nama kelompok dengan nama kelompok Maju bersama.

Desa Mawar Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, kegiatan usaha yang dilakukan yaitu penggilingan padi yang nama kelompok masyarakatnya, Kelompok Tani Mufakat Bersama.

Dan terakhir Desa Pinang Kara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara yang juga melakukan usaha pabrik penggilingan padi yang nama kelompok masyarakatnya adalah Kelompok Berkat BRG.

Pertemuan pengembangan kapasitas teknis masyarakat desa Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020 oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan ini disupport penuh oleh Badan Restorasi Gambut sebagai upaya pemulihan gambut yang terdegradasi. Sehingga kedepannya bisa kembali berfungsi hidrologisnya.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Zakiri

Advertisements

Tinggalkan Balasan