Categories: KALSEL

OJK KR 9 Kalimantan pantau penerapan program PEN

Banjarmasin, kalselpos.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 9 Kalimantan (OJK KR 9 Kalimantan) terus memantau penerapan program
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik yang dikeluarkan OJK maupun
Pemerintah terkait restrukturisasi kredit, subsidi bunga, penempatan uang negara
di bank umum dan program lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim dalam kegiatan temu jurnalis disalah satu Hotel di Banjarmasin, Rabu (12/8/2020).

“Kondisi perbankan di Kalimantan Selatan posisi 30 Juni 2020, secara umum memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan kepada
pelaku usaha potensial,” ujarnya.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam temu Jurnalis kali ini yaitu,
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (OJK Regional 9 Kalimantan), Ahimsa.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kalsel, Gustava Yandi.

Pimpinan Wilayah Bank Mandiri, Trilaksito Singgih.

Pimpinan Wilayah Bank BRI, Hery Santoso.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarudin.

Kepala Cabang Bank BTN,
Cahya Pribadi.

Bank Indonesia Kalsel, Dadi Esa Cipta.

Head of Business Banking Bank BNI Banjarmasin,
Yuyun Piastuti.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran ll Dirjen Perbendaharaan Kalsel, Giri Susilo.

Riza melanjutkan, tercermin dari pertumbuhan perbankan
secara triwulanan dari triwulan I 2020 ke triwulan II 2020, dimana aset tumbuh dari Rp58,17 triliun menjadi Rp58,70 triliun, sejalan dengan pertumbuhan DPK
dari Rp53,38 triliun menjadi Rp54,91 triliun. Sementara itu Kredit turun dari Rp52 triliun menjadi Rp50,98 triliun, mengakibatkan rasio likuiditas perbankan
semakin longgar dari 97,4% menjadi 92,85%, sedangkan rasio NPL perbankan membaik dari 2,86% menjadi 2,80%.

Riza mengungkapkan, dalam mendukung pemantauan program PEN, OJK KR 9 Kalimantan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Ditjen Perbendaharaan Provinsi
Kalimantan Selatan, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pelaku usaha, serta seluruh stakeholders untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan di Kalimantan Selatan.

“OJK dalam mengantisipasi dampak pandemi COVID-19, telah mengeluarkan program stimulus melalui penerbitan POJK 11/2020 antara lain mengatur
mengenai kebijakan restrukturisasi kredit perbankan dan POJK 14/2020 yang salah satunya mengatur mengenai kebijakan restrukturisasi pembiayaan dari perusahaan pembiayaan, serta dilanjutkan penerbitan 11 kebijakan stimulus
lainnya di industri perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank,” bebernya.

Riza menambahkan, sejak diberlakukan tanggal 16 Maret 2020, program restrukturisasi kredit bank
umum secara nasional sampai dengan 20 Juli 2020 telah mencapai Rp784,36 Triliun kepada 6,73 juta debitur, sementara itu di Kalimantan Selatan sampai dengan 30 Juni 2020 nilai restrukturisasi bank umum telah mencapai Rp5,85
triliun dari 68.851 debitur, untuk BPR/S nilai restrukturisasi telah mencapai Rp54,40 miliar dari 1.003 debitur, dan untuk Perusahaan Pembiayaan nilai
restrukturisasi telah mencapai Rp1,86 triliun dari 49.089 debitur.

Riza menjelaskan, Pemerintah melalui PMK 70/2020 telah menempatkan dana di bank HIMBARA
sebesar Rp30 triliun dengan tujuan menstimulus pemberian kredit 3 kali lipat atau
Rp90 triliun, hingga posisi Juli 2020 secara nasional pemberian kredit terkait hal tersebut telah terealisasi sebesar Rp47,46 triliun. Selanjutnya hasil pemantauan
OJK Regional 9 Kalimantan dalam rangka mengawal program PEN di daerah.

“Kalimantan Selatan, telah terealisasi penyaluran kredit dalam rangka penempatan dana pemerintah oleh bank HIMBARA sebesar Rp699,77 Milyar.
Sehubungan dengan rencana alokasi penempatan dana pemerintah di BPD
sebesar Rp20 triliun, OJK Regional 9 Kalimantan mendorong agar BPD Kalimantan Selatan sebagai bank milik Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan dapat
memperoleh penempatan dana pemerintah dalam rangka PEN,” paparnya.

Terhadap program stimulus subsidi bunga, realisasi akumulasi pengajuan subsidi
bunga dari debitur melalui perbankan (HIMBARA, BPD Kalimantan Selatan dan
BPR/S) di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp18,85 miliar dari 29.875 debitur.

Disamping itu, ungkap Riza, OJK KR 9 Kalimantan juga menginisiasi kolaborasi dengan stakeholders terkait
untuk melakukan pemetaan sektor dan pelaku usaha potensial. Koordinasi dilakukan melalui video conference bersama perbankan yang tergabung dalam
HIMBARA di Kalimantan Selatan, BPD Kalimantan Selatan, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kalimantan Selatan, dan Asosiasi Pelaku Usaha di Kalimantan Selatan.

“Saat ini telah diperoleh informasi dari Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 7.395 pelaku usaha yang masih memiliki demand pasar baik
ditengah COVID19, selanjutnya informasi tersebut bersama dengan yang nantinya
disampaikan oleh Asosiasi Pelaku Usaha di Kalimantan Selatan, akan menjadi bahan pertimbangan penyaluran pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan
dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

This post was published on 12 Agustus 2020 19:20

winda kalselpos

Recent Posts

FGD Rancangan Teknoratik RPJMD Kota Banjarmasin 2021-2025 Digelar

FGD Rancangan Teknoratik RPJMD Kota Banjarmasin 2021-2025 Digelar

Banjarmasin, kalselpos.com - Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Focus…

26 Oktober 2020
30 Penyandang Disabilitas dapat Bantuan Kemensos

30 Penyandang Disabilitas dapat Bantuan Kemensos

Kotabaru, kalselpos.com - Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad menghadiri penyerahan bantuan untuk 30 orang…

26 Oktober 2020
Cegah Penambahan Kasus Corona, Satgas Awasi Perilaku Masyarakat ‎

Cegah Penambahan Kasus Corona, Satgas Awasi Perilaku Masyarakat ‎

Kandangan, kalselpos.com- Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), melalui TNI melakukan analisa perubahan…

26 Oktober 2020
Polsek Berangas Bikin Buku Biografi Cerita Alpin,

Polsek Berangas Bikin Buku Biografi Cerita Alpin,

Marabahan, kalselpos.com- Polsek Berangas, Polres Barito Kuala (Batola) cetuskan buku biografi cerita Alpin atau Mobil…

26 Oktober 2020
Cegah Sebaran Corona saat Libur Panjang, Pemkab HSS Imbau Warga tak Bepergian Keluar Daerah ‎

Cegah Sebaran Corona saat Libur Panjang, Pemkab HSS Imbau Warga tak Bepergian Keluar Daerah ‎

Kandangan, kalselpos.com- Guna mengantisipasi resiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) saat cuti…

26 Oktober 2020
Muswil II KBB Kalteng, rumuskan program kerja periode 2020-2025

Muswil II KBB Kalteng, rumuskan program kerja periode 2020-2025

Palangka Raya, kalselpos.com.-Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Kalteng siap menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II untuk…

26 Oktober 2020