Berita Nomor 6 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Insentif Tenaga Medis Covid-19 di Banjarmasin Akan Dicairkan, Ini Nominalnya

Insentif tenaga medis dalam penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 di Kota Banjarmasin akhirnya dicairkan (dok)

 

Berita Nomor 6 , dari 10 Berita Paling Banyak Dibaca Dalam Sepekan :Insentif Tenaga Medis Covid-19 di Banjarmasin Akan Dicairkan, Ini Nominalnya

Bacaan Lainnya

Banjarmasin,kalselpos.com – Insentif yang dijanjikan Pemerintah Pusat kepada tenaga medis dalam penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 di Ibukota yang berjuluk Kota Seribu Sungai itu akhirnya akan dicairkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon.

“Sumber Insentif tersebut ada dua, untuk Kota Banjarmasin kita anggarkan di Bantuan Tak Terduga (BTT) yang sudah dicairkan sebanyak Rp 3 miliar 163 juta 750 ribu, yang diberikan kepada tenaga medis yang menangani secara langsung wabah virus Corona ini,” ucapnya, Kamis (6/8/2020) siang.

Ia menjelaskan, jumlah yang dibayarkan tersebut merupakan akumulasi insentif dari tiga bulan yang lalu, yakni Maret hingga Mei 2020.

Besaran insentif yang diterima pun berbeda pada setiap profesinya sebagai tenaga medis.

Hal itu dikarenakan sekarang Dinkes Banjarmasin sendiri kembali mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan berdasarkan Keputusan Kementerian Keuangan untuk menerima dana BOK sebesar Rp 6 miliar 60 juta.

Sepanjang untuk penanganan Covid-19, dokter spesialis, lparu yang terlibat secara langsung dan dokter spesialis lainnya seperti dokter umum perawatan, bidan dan tenaga medis lainnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, insentif tersebut akan dibayarkan setelah hasil verifikasi yang melibatkan pengawas internal yaitu inspektorat keluar.

“Ini kita bayarkan ketika verifikasi lolos. Badan verifikasi internal berupa Inspektorat yang kita libatkan,”ujarnya.

Keputusan tersebut berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Seperti Dokter spesialis mendapatkan Rp 15 Juta. Dokter umum dan gigi Rp 10 juta. Dibawahnya terdapat bidan dan perawat Rp 7,5 juta. Lalu tenaga medis lainnya Rp 5 juta,” bebernya.

Selain itu, ia melanjutkan, juga terdapat santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang meningga dunia akibat terpapar virus Corona dalam upaya penanggulangan wabah yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia tersebut dari dana BOK sekitar Rp 300 juta.

“Insyaallah dalam bulan ini akan dibagikan. Tahapannya harus melewati verifikasi terlebih dahulu dan tentunya kita sangat berhati-hati menggunakannya karena jumlah uang sangat besar,” tandasnya.

Di samping itu, insentif yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banjarmasin juga turut membantu tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Tapi, insentif dari dana APBD nilainya lebih rendah ketimbang dana yang dicairkan pemerintah pusat. Misalnya untuk Dokter Spesialis Rp 10 juta, Dokter Umum Rp 5 juta, Kepala Puskesmas, Bidan dan Dokter lainnya Rp 3,5 juta,” jelas mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu.

Sementara itu, untuk tenaga kesehatan lainnya dibayar berdasarkan daftar hadir ketika mengikuti tracking lapangan pasien virus Corona. Hal tersebut merupakan ketentuan Walikota Banjarmasin.

“Insentif perkegiatannya Rp 100 ribu. Jika mereka dalam sebulan ikut 20 kali, maka menerima Rp 2 juta yang akan dibayarkan ketika lolos verifikasi,” tukasnya.

Menjrutnya, profesi tenaga medis memiliki resiko yang sangat tinggi terinfeksi virus Corona. Pasalnya, mereka bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19.

“Kita sangat apresiasi karena insentif ini merupakan imbalan bagi tenaga medis yang berjuang,” tutup machli.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri