Ajarkan Warga Membuat Hand Sanitazer Alami, Mahasiswa UMM ini Mengabdi di Masyarakat

Mahasiswi  aktif di Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) asal Kabupaten HST Ellya Putri. Bersama dengan satu orang sesama mahasiswa UMM, Daffa Ajie Ekantio asal Kabupaten Tanah Laut memberikan pemahaman tentang pentingnya Protokol Kesehatan dan bahaya dari Covid-19 kepada masyarakat di Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). (ist)

Barabai,kalselpos.com – Banyak cara yang dilakukan guna memberikan pemahaman tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan dan memahami Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini.

Salah satu yang dilakukan oleh Mahasiswi  aktif di Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) asal Kabupaten HST Ellya Putri.

Bacaan Lainnya

Bersama dengan satu orang sesama mahasiswa UMM, Daffa Ajie Ekantio asal Kabupaten Tanah Laut, ia memberikan pemahaman tentang pentingnya Protokol Kesehatan dan bahaya dari Covid-19 kepada masyarakat di Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Salah satu yang dilaksanakan kedua Mahasiswa Jurusan Farmasi ini, memberikan edukasi dan pembuatan Hand Sanitazer herbal/alami dari Lidah Buaya dan Daun Sirih, sehingga dapat digunakan warga setempat.

“Selain itu,  kami juga memberikan penyuluhan menggunakan poster mengenai protokol kesehatan dan ditempelkan di tempat umum tentang menghindari  Covid-19 di tempat ibadah, pengecekan suhu tubuh saat shalat Jum’at, membagikan masker, sabun cuci tangan,” terang Ellya Putri mahasiswa semester 7 ini, kepada Kalselpos.com, Kamis (6/8) kemarin.

Berjalan 1 minggu pelaksanaan PMM dari 1 bulan di Desa Cukan Lipai, Ellya Putri mengakui, masyarakat menyambut baik kehadiran kedua Mahasiswa melaksanakan PMM dari kelompok 23 periode 3 ini, dengan tujuan mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Cukan Lipai sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Bahkan, saat melakukan pemasangan poster di Masjid, dibantu oleh warga. Pengambilan tema penanganan Covid-19 ini bukan tanpa sebab, sebelumnya, kami melakukan survey, dimana, kami melihat masih banyak yang kurang peduli penggunaan masker saat keluar rumah dan sabun cuci tangan yang tidak diisi ulang. Jadi kami berharap, masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri dari Virus Corona dari hal-hal kecil seperti itu,” ungkitnya.

Apalagi, tambah Ellya Putri, di Desa Cukan Lipai, memang ada warga yang positif Corona, namun telah selesai perawatan dan menjalankann Karantina mandiri. Maka itu, ia ingin membuka lagi pemikiran masyarakat tentang pentingnya menerapkan dan patuh akan protokol kesehatan di masa Covid-19 ini

“Bersama masyarakat, sesuai proker yang telah dibuat kami juga melakukan penyemprot disinfektan,” ujarnya.

Berdasarkan, release perkembangan Kasus Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan dari Gugus Tugas Percepatan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel pertanggal, Kamis (6/8) pukul 16.00 wita. Jumlah kasus Positif di HST 179 orang, dalam perawatan 56 orang, sembuh 114 orang, meninggal 9 orang.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: adiyat
Editor: wandi

Tinggalkan Balasan