JW teteskan air mata, permohonan pengalihan penahanannya Dikabulkan

JW saat keluar dari tahanan sel Mapolresta Palangka Raya. (ist)

Palangka Raya, kalselpos.com – Rasa syukur JW (53) nampak dari air matanya yang menetes, setelah mengetahui permohonan pengalihan penahananya di kabulkan menjadi tahanan kota, pada Rabu 5 Agustus 2020.

JW pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas segala upaya dan bantuan terhadap dirinya yang sempat mendekam 22 hari di tahanan sel Mapolresta Palangka Raya karena tersandung kasus pengelapan.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada balasan yang bisa saya berikan selain doa kepada Tuhan, agar semua kebaikan itu dicatat menjadi amal ibadah yang baik, dan mendapatkan balasan yang berlimpah ruah,” ucap JW ibu kandung Saidah penyandang disabilitas.

Diketahui, JW adalah orang tua tunggal Saidah yang memiliki berkebutuhan khusus, anak tersebut tidak dapat melakukan aktivitas sendiri, sehingga memerlukan bantuan orang lain.

Hal Itulah yang menjadi alasan mendasar pihak penasihat hukum tersangka dari LBH-PHRI, Suriansyah Halim bersama Ketua LSR-LPMT mengajukan permohonan pengalihan penahanan JW.

“Disamping alasan rasa perikemanusiaan, ada tujuh orang sebagai jaminan pengajuan permohonan pengalihan penahanan tersangka termasuk Ketua LSR-LPMT Agatisansyah turut pula sebagai jaminan,” ungkap Suriansyah Halim.

Kemudian, Agatisansyah Ketua LSR-LPMT juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu, khususnya kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polresta dan Polsek Pahandut Palangka Raya.

“Terima kasih untuk Kapolresta juga Kapolsek yang telah menyetujui permohonan pengalihan penahan yang telah di ajukan, semoga beliau-beliau selalu di berikan kesehatan sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ucap Agatis.

Edia Sutaata Kapolsek Pahandut saat memberikan keterangan pers.(ist)

Selanjutnya Edia Sutaata Kapolsek Pahandut menyampaikan, bahwa permohonan ini juga di kabulkan dengan0 pertimbangan kemanusian atas kondisi dari anak tersangka, juga atas kegigihan relawan LSR-LPMT dan lawyer tersangka.

Sedangkan perkara pokok tetap harus dijalani tersangka. Edia juga optimis terhadap para penjamin dan tersangka tidak mempersulit dalam proses penyidikan.

“Kita berharap kepada tersangka tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa menjalani tahanan kota,” ucap Edia.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Tim