Politik Dinamis, Haris Fokus Sekda

Pemerhati Politik H Ahmad Murjani.

Banjarmasin, kalselpos.com – Tertundanya Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar untuk memutuskan sosok Bakal Calon (Balon) Walikota dan wakil Walikota masih menuai tanda tanya besar setelah sebelumnya senter tersiar kuat figur Abdul Haris Makkie berpasangan Yuni Abdi siap diusung

Memang faktanya politik itu sangat dinamis dengan segala kemungkinan bisa saja terjadi bahkan di luar perkiraan.

Bacaan Lainnya

“Sangat mungkin Mahkota Srikandi juga sangat familiar disebut sebagai kuda hitam,” ujar pemerhati politik, H Ahmad Murjani kepada kalselpos, Rabu (05/08).

Kalau dilihat perkembangan peta kekuatan setiap calon yang bersaing kuat, prediksi saya untuk rekomendasi partai Golkar tidak lain Hj Ananda berpasangan H Yuni Abdi Nur Sulaiman HB.

Saat ini masa waktu tinggal menghitung minggu pendaftaran bakal calon kepala daerah gubernur/bupati/walikota dan wakilnya di 7 kabupaten/Kota serta provinsi hingga 3 September 2020 mendatang.

“Tentu ini pertanda perubahan bakal calon yang direstui DPP Golkar di pilwali,” tambahnya.

Lanjut Murjani, dinamika politik kini terus berpacu dalam menentukan sikap, bahkan ada pula Partai Politik (Parpol) menimbang nimbang dengan perhitungan dan kalkulasi sudut pandang berbeda sesuai selera partai, baik survey, potensi kemenangan dan lainnya, artinya sebelum didaftarkan hingga penetapan di KPU masih bisa terjadi perubahan oleh partai pengusung, disini perlunya komitmen politik yang mengikat dan kuat yang diusung partai mulai terang benderang , terkecuali calon independen yang sudah duluan mendaftar.

“Haris Makkie dan H Yuni Abdi Sulaiman HB sempat kuat dikabarkan bakal diusung PAN, Golkar dan PDIP sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” terang pria ramah ini.

Memang jika melihat potensi kuat untuk memenangkan Pilwali Banjarmasin 9 Desember mendatang anak kedua tokoh banua ini sangatlah cocok sebagai penantang petahana di Pilwali nanti, sosok H Abdul Haris Makkie dan Yuni Abdi Nur Sulaiman HB ideal sebagai penantang.

Realitas politik sekarang harus dihadapi dengan lapang dada, kembalikan ke titah sebagai birokrat saja.

Jika prediksi ini benar maka lanjutkan saja pengabdian Abdul Haris Makkie sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel sebagai puncak tertinggi jabatan karier birokrat saja dan fokus membesarkan PWNU Kalsel.

“Biarlah saudara kita yang maju dikarier politik, karena keduanya apakah jalur politik atau birokrat semuanya untuk kepentingan banua,” sebut Murjani.

Murjani menyarankan jika politik belum berpihak, maka Abdul Haris Makkie agar tetap mengabdi sebagai Sekda sampai pensiun, tentu ini bukan maksud lain, alasan prinsif, terlebih sekarang kekurangan SDM, terlebih Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel dapat job baru sebagai Setjend di Kementerian Kehutanan di pusat, bahkan sebentar lagi Paman Birin gubernur incumbent akan mengambil cuti ikut berlaga di Kalsel satu, disinilah peran Sekda sangat strategis dan penting dalam regulasi pemerintahan di daerah.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi