Anisah Paparkan Strategi Produksi Kerajinan di HSU saat Pandemi covid-19

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan Hj Anisah Rasyidah Wahid menjadi Narasumber di salah satu Koran Harian yang terbit di Kalsel.(ist)

Amuntai, kalselpos.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan Hj Anisah Rasyidah Wahid menjadi Narasumber di salah satu Koran Harian yang terbit di Kalsel.

Bacaan Lainnya

Acara bertajuk mengangkat ekonomi kerajinan Industri Ke Menengah di Kabupaten HSU ini, membahas tentang, Kerajinan Purun dengan tema ‘Strategi Jitu Bangkitkan Kerajinan Purun di Hulu Sungai Utara (HSU)’ melalui Video Converence di Mess Negara Dipa Amuntai, Selasa (4/8).

Tanaman purun merupakan tanaman yang banyak yang dijumpai dii daerah Kabupaten HSU. Hampir di seluruh Kecamatan yang ada di HSU dikelilingi oleh rawa, sehingga tanaman purun mampu dimanfaatkan dan dibudidayakan oleh sebagian masyarakat HSU.

Sebagai Narasumber, Hj. Anisa Rasyidah Wahid menjelaskan, kerajinan purun merupakan salah satu industri Kecil Menengah dari Kabupaten HSU yang telah banyak dikenal baik di dalam daerah hingga Nasional.

Purun sampai kini menjadi sumber ekonomi selain bertani bagi sebagian masyarakat desa di HSU. Karena sudah membudaya dikalangan masyarakat HSU. “tanpa harus dipaksa, banyak tangan yang terampil membuat kerajinan khas alam ini,” kata Anisah.

Berbagai kerajinan dihasilkan oleh pengrajin dari anyaman purun seperti tas, tikar, topi, bakul, hiasan dinding, bahkan sedotan dan aksesoris lainnya. Bahkan tidak jarang Kerajinan Purun berasal dari Kota Amuntai ini mengikuti ajang di pameran-pameran Nasional.

Pada masa pandemi Covid-19 ini. Pemasaran kerajinan menurun hampir 30%. hal itu diungkapkan oleh Anisah Rasyidah Wahid disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, biaya produksi juga mengalami kenaikan serta terhambatnya distribusi produk.

Berbagai upaya gencar kembali dilakukan oleh Dekranasda dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kembali produksi kerajinan antara lain, diadakannya pelatihan digital marketing kepada pelaku IKM, menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga untuk pemasaran produk di antaranya dengan Bank Indonesia dan Badan Restorasi Gambut serta mendukung bangga buatan Indonesia.

“Di era New Normal ini Pemasaran produksi kerajinan meningkat 20%, alhamdulilah kenaikan sudah terlihat signifikan untuk pemasaran produksi dan pemasaran produk kerajinan,” kata Ketua Dekranasda HSU.

Ketua Dekranasda HSU Hj. Anisa Rasyidah Wahid menghimbau, kepada masyarakat HSU untuk bersama-sama menggunakan produk buatan kabupaten HSU.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: adiyat
Editor : wandi

Pos terkait