Dodol Kandangan Bertahan Meski Pandemi Menghantam

Usaha pembuatan Dodol Kandangan di DesaTelaga Bidadari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.(Ahmad Fauzie)

Kandangan, kalselpos.com – Dodol Kandangan merupakan makanan ringan khas Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. Makanan yang banyak digemari masyarakat di Kalimantan Selatan ini, sudah menjadi di ikon kota setempat.

 

Bacaan Lainnya

Namun tak banyak masyarakat yang tahu, jika pembuatan makanan berbahan ketan gula dan kelapa ini, memerlukan proses yang panjang dalam pengerjaannya.

Seperti yang dilakoni Hj. Hamdanah, pembuat sekaligus penjual dodol Kandangan yang telah menekuni usahanya ini sejak tahun 1988. Usaha turun temurun yang dilakoninya tersebut, awalnya hanya diproduksi dalam skala kecil.

Namun, dengan dibantu suaminya, H. Suhaimi atau yang lebih dikenal Haji Undul ini, usahanya pun kini terbilang sukses sehingga memiliki 6 Armada yang bertugas untuk mendistribusikan produk olahannya tersebut hingga merambah provinsi tetangga. Yakni Kalteng dan Kaltim.

Kendati demikian, di tengah hantaman badai pamdemi Covid-19 yang begitu dahsyat, usaha jjanan tradiional miliknya pun sempat merasakan dampaknya. Namun dengan tekad keyakinan, semangat serta doa, ia pun tak kehabisan cara untuk mensiasati agar roda ekonomi usahanya tetap berjalan.

Selain dodol yang varian rasanya ada berjumlah lima itu, Hamdanah juga membuat makanan ringan lainnya seperti keripik singkong keripik pisang dan kue bawang yang juga memiliki aneka rasa. Hal itulah yang membuat Hamdanah bisa bertahan di situasi yang serba sulit ini.

“Yaa kita coba dengan menambah varian produk dodol mulai dari original, rasa durian, kacang, kasirat dan kelapa muda. Kita juga membuat produk pendamping seperti keripik singkong, keripik pisang dan kue bawang yang rasanya juga bervariasi,” ucap Hj.Hamdanah saat di temui kalselpos.com dikediamannya Sabtu (1/8/2020).

Wanita yang akrab disapa Mama Alfi itu, juga menyebut, selama masa pandemi covid berlangsung, warung, kios maupun toko tempatnya menitipkan sebagian produk banyak yang tutup, sehingga membuat omzet penjualan menurun. Selain itu ketersediaan bahan juga turut mempengaruhi pendapatan usahanya.

“Namun Alhamdulillah biasanya permintaan meningkat saat menjelang maupun setelah lebaran, karna banyak pemudik yang singgah untuk berbelanja oleh oleh,” sebut Mama Alfi.

Selain itu, rasa syukurnya itu punjuga terlontar lantaran selama pandemi, puluhan karyawan yang saat ini bekerja secara aplusan tidak ada yang di PHK.

Hamdanah pun pernah mencoba membuat dodol yang menyerupai dodol Garut yang permukaannya kering dan crunchy namun sayangnya banyak pelanggan Hamdanah hanya menyukai dodol yang biasa ia olah. Padahal dodol dengan bertekstur kering itu justru dapat bertahan lebih lama.

“Pernah juga kita coba buat dodol seperti dodol Garut, namun pelanggan banyak yang tak menyukainya,bahkan mereka menganggapnya rusak,” jelas Hamdanah.

Hamdanah pun berharap pandemi virus Corona ini segera berlalu agar perekonomian bisa kembali normal seperti sedia kala.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor : Zakiri