Guru Kunjung Lebih Efektif dari Pembelajaran Online

DUDUK BERSAMA- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSS, Siti Erma, duduk bersama siswa saat melakukan pemantauan guru kunjung di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung.(Sofan)‎‎

Kandangan, kalselpos.com– Pendidikan ditengah pandemi Covid-19 ini, sebagian siswa kesulitan mengikuti pembelajaran dengan sistem onlie‎ melalui media sosial, karena terkendala jaringan interner terutama yang tinggal wilayah pengungunan meratus.

Untuk memberikan kemudahan dalam pembelajaran bagi siswa yang tinggal di daerah pengunungan meratus tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menerapkan sistem guru kunjung.

Bacaan Lainnya

Kepals SDN Batu Bini, Selasa (28/7), Muhammad Sani, pihaknya menerapkan sistem guru kunjung karena program pembelajaran secara online tidak efektif‎ bagi sekolah yang berada di daerah pengunungan, karena tidak ada akses internet.

Selain tidak ada akses internet, ekonomi masyarakat dimasa pandemi Covid-19 ini tidak bisa memenuhi kebutuhan membeli kuota internet. “Uang Rp.10-20 ribu sangat berarti bagi mereka dimasa pandemi yang melanda daerah,” ujarnya.

Nah, atas dasar tersebut, maka pihaknya melakukan program pembelajatan kepada siswa dengan guru kunjung, yang setiap kelas dibagi beberap kelompok. “Sesuai dengan protokol kesehatan, satu kelompok maksimal lima siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten HSS, Siti Erma, mengatakan program guru kunjung merupakan inisiatif para guru, karena selama penerapan pembelajaran dengan sistem online siswa mengalami berbagai kendala.

Menurutnya, ‎kendala tersebut diantaranya sebagian besar daerah pengunungan yang tidak memiliki akses internet, dan ekonomi masyarakat yang menurun di masa pandemi Covid-19 ini. “Sebagian orang tua tidak bisa membeli kuota internet,” ujarnya.

Selain itu, ‎orang tua tidak mungkin mendampingi anak-anak secara terus-menerus untuk belajar di rumah, karena mereka memiliki kesibukan masing-masing untuk mencari nafkah atau bekerja. “Dengan kendala yang dihadapi tersebut, guru-guru yang sekolah di daerah pengunungan tidak ada akses internet, berinisiatif menerapkan sistem pembelajatan guru kunjung.

‎Menurut Erma, pihaknya sangat mendukung sistem guru kunjung baik sekolah SD maupun SMP, yang hasilnya dilaporkan kepada dinas pendidikan, untuk melihat perkembangan dari hasil pembelajarannya. “Dari hasil pantauan kita, sistem pembelajaran guru kunjung lebih efekti dan membuat anak-anak tidak bosan belajar, karena tempat tidak disatu tempat,” ujarnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Sofan
Editor : Wandi