Pemko Berduka atas Wafatnya Legenda Siring ‘Kai Api’

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina bersama almarhum Muhammad Arsyad bin Asri atau Kai Api (ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku berduka merasa kehilangan atas wafatnya Muhammad Arsyad bin Asri atau yang lebih dikenal dengan julukan nama Kai Api.

“Innalillahi wa innalillahiroji’un, hari ini kita kembali berduka, karena salah satu ikon wisata Kota Banjarmasin, Kai Api telah memghembuskan nafas terakhirnya pada tadi malam,” ucapnya pada awak media, Kamis (16/07/2020) pagi.

Bacaan Lainnya
Walikota Banjarmasin menyambut kepulangan Kai Api dari Ibadah Haji pada tahun 2018 (ist)

Orang nomor satu di Ibukota Kalimantan Selatan itu mengatakan, pihaknya sangat menghargai atas dedikasi yang diberikan oleh Kai Api dalam semasa hidupnya kepada banua. Termasuk saat masa tuanya yang diisi dengan memberikan hiburan kepada pengunjung atau wisatawan di kawasan Siring Piere Tendean, Kota Banjarmasin.

“Kami jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi yang diberikan oleh Kai Api kepada warga banjarmasin,” ujarnya.

Menurutnya, kobaran semangat dan sikap ramah yang selalu melekat pada sosok Kai Api sudah menjadi ikon dan ruh tersendiri bagi pariwisata Bumi Kayuh Baimbai ini, dan hal itu akan selalu dikenang oleh masyarakat, terutama oleh jajaran Pemko Banjarmasin sendiri.

“Tentu Kita masih mengingat saat sebelum wabah Covid-19 ini terjadi di Banjarmasin, semangat Kai Api yang tidak pernah lelah untuk menghibur wisatawan,” ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia menceritakan, bahwa dirinya memiliki banyak kenangan yang telah terukir bersama Kai Api. “Jika saya berkujung ke Siring, beliau pasti menyapa, dan banyak lagi kenangan dari kai api ini di masa hidup beliau,” tukasnya.

Ibnu melanjutkan, Selain menghibur wisatawan di Siring, lelaki dengan sosok humoris ini ternyata juga memiliki segudang prestasi olahraga cabang atletik yaitu lar marathon.

“Beliau pernah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia di cabang olahraga itu, bahkan Kai Api berhasil menyandang gelar juara 2 pada 26 tahun silam, makanya banyak masyarakat yang memberi gelar ‘Legenda Siring’ yang disandangkan pada beliau,” beber Ibnu.

Seperti diketahui, Legenda Siring itu wafat pada Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 00.30 WITA di Rumah Sakit Ansari Saleh Kota Banjarmasin karena menderita penyakit Pneumonia dan Diabetes akut. Mendiang di makamkan di alkah keluarga yang berada di Pematang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Dengan demikian, atas nama seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, ia memohon maaf apabila ada kesalahan dan kekhilafan beliau baik disengaja atau tidak kepada warga masyarakat.

“Yang pasti kita doakan beliau agar bisa mendapat tempat yang nyaman dan diterima amal ibadahnya oleh Sang Khalik, semoga almarhum husnul khotimah,” tutup Ibnu.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri

Pos terkait