Cabai Hiyung Tapin Mendunia

  • Whatsapp
PERSENTASI-Bupati Tapin HM Arifin Arpan mempresentasikan inovasi pelayanan publik Tapin berjudul cabai hiyung Tapin mendunia, pedasnya 17 kali lipat.(ist)

Rantau, kalselpos.com – Setelah masuk 99 Top Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Tingkat Nasional tahun 2020. Inovasi Pemerintah Kabupaten Tapin berjudul Cabai Hiyung Tapin Mendunia, Pedasnya 17 kali lipat di presentasikan dihadapan Tim Panelis Independen Kemenpan RB RI.

CABE-Perlihatkan sambel cabe hiyung yang sudah siap di konsumsi.(ist)

Presentasi sekaligus wawancara untuk seleksi menuju TOP 45 besar se Indonesia dilakukan secara virtual bertempat Aula Bappelitbang Kabuapten Tapin Rabu (15/7).

Bacaan Lainnya

Dalam presentasi itu Bupati Tapin HM Arifin Arpan yang langsung menyampaikan didampingi Kepala Bappelitbang Tapin H Zainal Aqli dan Kepala Dinas Pertanian Wagimin.

Bupati memaparkan panjang lebar terkait cabai rawit hiyung 17 kali lipat pedasnya dihadapan Tim Panel Independen Kemenpan RB RI dan selanjutnya wawancara dan tanya jawab seputar cabai rawit hiyung.

Usai mempresentasikan di hadapan panelis, Bupati menjelaskan bahwa budidaya tanaman cabai rawit hiyung di kembangkan sejak tahun 2014 sampai sekarang di Kabupaten Tapin.

“Pembudidayaan di lahan yang tingkat keasaman yang tinggi bisa tumbuh dan menghasilkan, “jelas Bupati

Disamping itu pula untuk pemupukan dan pemeliharaan hanya menggunakan pupuk organik, tidak memakai pupuk kimia.

Selanjutnya budidaya cabai rawit hiyung dapat menerima pekerjaan yang bisa diterima kaum milineal artinya tidak hanya petani yang sudah tua, kaum muda juga ikut membudidayakan tanaman cabai ini.

Dikatakan bupati bahwa saat panelis menanyakan kepada kita, “apa sih kelebihan dari cabai rayit hiyung pedasnya 17 kali lipat, “ujar salah satu panelis melalui daring ditirukan Bupati Tapin.

Lalu dijawab Bupati, ada 3 (tiga) kelebihannya pertama budidayanya bisa menerima pekerjaan yang diterima kaum milineal, kedua cabai ditanam dilahan keasaman yang cukup tinggi bisa tumbuh dan pemeliharaannya hanya menggunakan pupuk organik dan ketiga harga stabil bahkan diatas harga cabe lokal walapun terjadi inflasi tidak berpengaruh.

Ditambahkan bupati bahwa cabai rawit hyung juga diolah bentuk kemasan siap saji berupa sambel dan bubuk cabe.

“Pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet, “tambah bupati.

Jadi apa yang kita sampaikan tidak ada yang direkayasa semua adalah hasil karya pemerintah Kab Tapin dalam mengikuti inovasi Kemennpan RB RI karena ini secara virtual tidak bisa mencoba, hanya wawancara dan tanya jawab.

Kepada jajaran kami dan awak media tolong doanya, apa yang disampaikan hari ini membuahkan hasil bisa masul 45 TOP Sinovik.

“Mudah-mudahan Inovasi cabai hiyung Tapin mendunia, pedasnya 17 kali lipat masuk 45 TOP Sinovik, “harapnya.

Presentasi dan wawancara kompetensi inovasi pelayanan publik tahun 2020 secara virtual berlangsung selama 1 jam penuh.

Adapun panelis independen yang menguji berasal dari akademisi, profesionap dan praktisi diantaranya Siti Zuhro ( Peneliti LIPI), JB Kristiadi (Ketua Tim Repormaai Birokrasi Nasional), Tukus AbAdi (Ketua Pengurus Harian YLKI).

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis:dillah
Editor:wandi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.