RUU HIP berpotensi munculkan gejolak di Masyarakat

ilustrasi

kalselpos.com – Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) saat ini menjadi polemik dengan adanya penolakan sejumlah pihak, termasuk ormas Islam.

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah mengeluarkan maklumat pada Jumat (12/6) lalu dengan tegas menolak RUU HIP karena dinilai mendegradasi Pancasila dengan konsep Trisila dan Ekasila.

Bacaan Lainnya

Aksi unjuk rasa pun mulai bermunculan disejumlah daerah, bahkan beberapa ormas Islam telah berunjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6) lalu. Mereka menuntut pembahasan RUU HIP dihentikan.

RUU HIP adalah usulan DPR. Sejauh ini, meski belum dibahas kembali, RUU HIP masih belum ditarik dari program legislasi nasional (Prolegnas) 2020.

DPR pun terus didesak untuk segera mencabut RUU HIP dari Prolegnas.

Desakan itu kembali muncul dari Wakil Sekjen Majelis 
Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Zaitun Rasmin karena menurutnya, RUU HIP itu penuh dengan kontroversi dan telah mendapat banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

“Ketenteraman dan kedamaian masyarakat itu sangat mahal. Maka segera DPR cabut RUU HIP dari prolegnas,” cetusnya dalam webinar bertajuk RUU HIP: Menguatkan atau Melemahkan Pancasila, Sabtu (11/7/2020).