1.- Supian HK : “Jangan heran, Kalsel jadi Zona Merah”. 2.- Reses DPRD Banjarmasin, Warga pertanyaan Bantuan Dana PSBK

Epaper Kalselpos - 1181 Edisi Senin 13 Juli 2020

 

  • POLITIK

 

Bacaan Lainnya

 

 

Supian HK : “Jangan heran, Kalsel jadi Zona Merah”

“Kepada gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 agar menyiapkan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan menyusun kembali protokol pengamanan terutama untuk tenaga medis, sehingga mereka lebih terlindungi dan tidak menjadi korban penularan”

 

BANJARMASIN, K.Pos – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK menyampaikan rasa prihatin dengan tenaga medis yang gugur meninggal dunia akibat Virus Corona (Covid-19).

“Seharusnya tenaga medis ini bisa lebih menjaga dirinya agar tidak tertular dari Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” sesal Supian HK.

“Semoga tidak ada lagi tenaga medis kesehatan penanganan Covid-19 yang jadi korban dalam penanganan pasien Virus Corona tersebut,” harapnya.

Dia meminta kepada gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 agar menyiapkan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan menyusun kembali protokol pengamanan, terutama untuk tenaga medis, sehingga mereka lebih terlindungi dan tidak menjadi korban penularan.

Ketua DPRD Kalsel itu kembali mengingatkan, kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan di setiap kesempatan.

“Sering mencuci tangan jangan sampai bosan, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan jaga imunitas tubuh agar antibodi tubuh menjadi tahan dengan Virus,” ingatnya. 

Berdasarkan pantauan beber Supian HK, masih banyak terlihat di jalan atau di pasar masyarakat tidak sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat keluar rumah.

“Jangan heran, jika Kalsel menjadi zona merah penularan Covid-19. Sebab masih banyak masyarakat yang belum sadar melindungi dirinya,” ungkapnya.

Disampaikannya, untuk mengatasi penularan wabah Corona itu diperlukan kerjasama semua pihak dalam upaya pencegahannya.

Karuan, seberapa kuat program pemerintah tanpa dukungan masyarakat tentu sangat sulit mengatasi wabah ini.

“Kunci keberhasilan penanganan Covid-19 adalah kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(dik)

 

Reses DPRD Banjarmasin, Warga pertanyaan Bantuan Dana PSBK

BANJARMASIN, K.Pos – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin mengatakan, saat menyerap aspirasi masyarakat di lapangan, warga mempertahankan bantuan dana bagi wilayah mereka yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) untuk pengatasi penyebaran virus Corona.



Menurut dia, usai melaksanakan kegiatan reses di hari terakhir, yakni, dari 9-11 Juni, di Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Sabtu, warga sudah mendengar bahwa pemerintah kota menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 juta bagi wilayah atau Rukun Tetangga (RT) yang menerapkan PSBK.

“Nah ini disampaikan mereka kepada kita saat reses, apakah benar ada bantuan itu, sebab wilayah mereka yang menerapkan PSBK belum ada dapat bantuan itu,” ujar Yamin.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku, tidak mengetahui secara persis juga akan adanya bantuan tersebut dan berapa besarannya, sebab pengalokasian anggaran untuk penanganan COVID-19 ini tidak secara terperinci dilaporkan ke dewan.

“Namun kalau memang sudah ada, kita minta pemerintah kota segeranya mengucurkan ke wilayah yang menerapkan PSBK, sebab mereka sangat membutuhkan itu,” ujar Yamin.

Pihaknya berharap, pemerintah kota dapat bergerak cepat dalam menjalankan program, hingga masyarakat langsung bisa merasakannya, tidak menambah kebingungan di masa pandemi COVID-19 ini.

“Artinya juga tim komunikasi pemerintah kota untuk masyarakat atas adanya program bantuan ini harus cepat melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Selain masalah itu, masyarakat yang hari ini mengikuti Reses dari Kelurahan Telaga Biru juga banyak menyampaikan aspirasi terkait bantuan sosial saat masa pandemi ini, di mana informasinya banyak data penerima yang tidak sinkron.

“Ada juga masalah pendidikan, banyak lagi, kita akan berupaya memperjuangkannya,” ucap Yamin.(ant/asp)