Selain Corona, Banjarmasin Dihantui Wabah DBD Pada Anak

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Di tengah kewaspadaan masyarakat Kota Banjarmasin dalam menghadapi paparan virus Corona yang disebabkan oleh Covid-19, rupanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, terjadi peningkatan kasus DBD kali ini didominasi oleh anak usia 6 hingga 14 tahun.

Bacaan Lainnya

Ia memaparkan, pihaknya telah mencatat ada 38 kasus DBD yang terjadi di kota dengan julukan Kota Seribu Sungai itu sejak bulan Januari 2020.

“Sekarang masyarakat tidak hanya fokus menghadapi virus corona namun juga terhadapi wabah lain yakni demam berdarah yang saat ini terus mengalami peningkatan,” ujar Machli Riyadi, Selasa (07/07/2020) Kepada wartawan.

Ia juga menjelaskan, Dari data DBD sebelum nya 29 April 2020 yang lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat ada 35 kasus DBD, dan satu orang meninggal.

“Dan untuk total sampai saat ini bertambah 2 orang. Dan itu didominasi oleh anak,” bebernya.

Menurutnya, kali ini kasus DBD terjadi di lima kecamatan yang ada di kota Banjarmasin, namun di dominasi dari wilayah Kecamatan Banjarmasin utara dan Banjarmasin Selatan.

“Maka dari itu kita mengimbau masyarakat agar benar-benar memperhatikan prinsip 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD,” ajaknya

Adapun yang dimaksud adalah dengan 3M Plus itu seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk serta menggunakan kelambu saat tidur.

Selain itu ia juga menyarankan untuk memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat penampungan air, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

“Yang terpenting agar masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan, agar perkembang biakkan nyamuk pembawa penyakit ini bisa ditanggulangi. Karena DBD juga berbahaya jika kita tidak melakukan pencegahan dengan baik,” pungkasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.