Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Kalsel menuai Kritik

Aliansyah, Ketua KPKAPP Kalsel.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kinerja Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kalsel menuai kritik dari sejumlah LSM dan OKP di Kalsel.

Salahsatunya kritik keras disampaikan Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Perlemen (KPKAPP) Kalimantan Selatan, Aliansyah.

Bacaan Lainnya

“Kita melihat kerja Gugus Tugas Provinsi Kalsel  mengecewakan,” ujarnya kepada wartawan usai melakukan aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel di Jalan DI  Pandjaitan Banjarmasin, Selasa (7/7/2020) siang.

Didampingi Ketua Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel, Din Jaya dan Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, H Muhammad Hasan, Aliansyah mengatakan, di bandingkan dengan daerah lainnya seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta yang bekerja dalam penanganan Covid-19 secara sistematis, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel justru bekerja secara masing-masing.

“Kalau di Jawa Barat dan DKI Jakarta seluruh bupati /walikota, kepala dinas dan instansi digerakkan. Sedangkan di tempat kita dibiarkan bekerja sendiri-sendiri tidak ada koordinasi sistematis oleh gugus tugas,” paparnya.

Aliansyah juga menilai, kerja Gugus Tugas Covid-19 baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi telah gagal dalam mengendalikan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tidak ada hasilnya, PSBB yang dananya tidak sedikit juga tidak menghasilkan apa-apa. Kasus positif Covid bukannya berkurang, malah terus meningkat,” cetusnya.

Pria yang akrab disapa Ali itu pun mencontohkan. Di Kota Banjarmasin dana untuk PSBB lebih dari Rp50 Miliar. Di Kabupaten Banjar lebih Rp52 Miliar.

“Hasilnya apa, PSBB hasilnya gagal, masyarakat yang kena Covid bukannya menurun malah terus bertambah,” imbuhnya.

Aliansyah berujar, dana ratusan miliar untuk penanganan Covid-19 jangan sampai dimanfaatkan oleh pejabat terutama petahana yang akan kembali berlaga pada ajang Pilkada di bulan Desember mendatang.

“Kita harapkan jangan ada kepentingan politik dengan Covid. Kalau mau bantu,  bantu saja jangan ada embel-embel lain. Kasihan uang rakyat habis namun hasilnya nihil,” tandasnya.

kalselpos.com melakukan konfirmasi kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie tentang hal ini melalui pesan WhatsApp.

Namun sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban meski pesan itu sudah dibaca.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE