DKP3 Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Aman

Pengecekkan kesehatan sapi yang akan dijadikan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Banjarmasin (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com– Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin memastikan hewan kurban jenis sapi yang masuk ke Kota Banjarmasin dalm kondisi aman dan sehat untuk di konsumsi.

Hal itu terlihat dari pemeriksaan kesehatan sapi menjadi hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan beberapa saat lalu.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, dr Annang Dwijatmiko mengatakan, dalam pengecekan tersebut, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi penyakit yang dapat menular kemanusia.

Ia menjelaskan, pengecekkan itu sendiri dilakukan mulai dari melihat kondisi mulut, gigi, telinga dan kondisi fisik Sapi
saat kedatangannya dari Pulau Jawa dan Madura.

“Sejauh ini kondisi umum hewan kurban yang ada di tempat itu dinyatakan aman,” ucapnya pada awak media, Selasa (7/7/2020) siang.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri adanya sapi yang masih dalam kondisi kelelahan atau tidak fit, dikarenakan faktor pengiriman menggunakan kapal laut yang memakan waktu cukup lama.

“Jumlahnya tentu ratusan hewan yang dikirim dari Pulau Jawa dan Madura, jarak tempuh cukup jauh untuk sampai ke Pelabuhan RPH Kota Banjarmasin. Jadi wajar beberapa dalam kondisi lelah,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut diakibatkan oleh kondisi cuaca yang membuat goncangan gelombang air laut, sehingga ikut mempengaruhi mental hewan ternak. Kondisi demikian menyebabkan hewan mabuk laut.

“Hewan yang lelah karena mabuk laut ini kita istirahatkan dulu beberapa hari. Setelah itu baru kita potong untuk dikurbankan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, tak hanya mental yang mempengaruhi kondisi hewan kurban sebelum saat pelaksanaan proses pengiriman ke RTH Basirih. Fisik yang tidak sehat dan sempurna karena benturan sesama hewan saat berada dalam bagasi kapal laut pun menjadi faktor pemicu.

Menurutnya, patah tulang terhadap hewan kurban menyebabkan hewan tersebut tidak bisa dikurbankan saat momentum Idul Adha nanti.

“Ada 2 sapi yang patah tulang, maka kita langsung foto dan dijual biasa saja seperti daging biasanya,” pungkasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri