Waspada.! Sejumlah Kelurahan Masuk Zona “Hitam”

  • Whatsapp
Rilis data kasus Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin (ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Setelah sebelumnya Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan disebut telah masuk dalam wilayah dengan kategori zona hitam.

Bacaan Lainnya

Hari ini wilayah yang masuk dalam zona tersebut kembali bertambah sebanyak dua kelurahan. Yakni Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Pasalnya keempat kelurahan tersebut disebut terdapat kasus penyebaran Covid-19 yang parah sehingga dikategorikan sebagai zona hitam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi di hadapan awak media di gedung Balaikota Banjarmasin, Jumat (3/7/2020) siang.

“Ada 4 kelurahan yang masuk dalam zona hitam penyebaran virus corona. Yaitu Pekapuran Raya, Teluk Dalam, Pemurus Dalam dan Pemurus Baru,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menganjurkan untuk segera memberlakukan karantina wilayah dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat pada keempat kelurahan tersebut.

“Keempat kelurahan yang dinyatakan zona hitam ini mendapat perhatian khusus di karenakan lonjakan kasusnya sangat mengkhawatirkan belakangan ini,” ujarnya.

Di samping itu, ia memaparkan, dalam istilah kesehatan, tidak ada yang namanya zona hitam. Pasalnya jika mengacu pada pedoman kesehatan hanya terdapar 4 zona. Yakni hijau, kuning, oranye dan merah.

Sedangkan zona hitam yang dimaksudnya saat ini adalah wilayah dengan yang termasuk dalam zona merah dan ditemukan banyak kasus terkonfirmasi positif, sehingga warnanya ditingkatkan menjadi kehitaman, menyerupai warna merah yang sangat pekat atau merah tua.

“Kita menyampaikan pengkategorian zona ini ke masyarakat agar lebih berhati-hati, karena zona hitam sangat berbahaya,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin itu melanjutkan, jika informasi tersebut tidak disampaikan, masyarakat tidak akan sadar bahwa ada wilayah yang sangat berbahaya penyebarannya.

“Bahkan bisa menyepelekan ancaman Covid-19,” pungkasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Zakiri